Teranyar

    Ini Momen Spesial Dan Kami Bisa Menyelesaikan !

    12 July 2021 01:13
    Stadion Wembley, Inggris (The Telegraph) - Bolalob
    Setidaknya sekitar 60 ribu penonton Inggris telah memenuhi Wembley saat laga versus Jerman, di babak 16 besar, Rabu 30 Juni 2021 lalu. Dan, kini, mereka berharap bisa mengulanginya saat laga final.
    Senin (12/7/2021) dini hari mulai pukul 02.00 WIB, stadion tempat berlangsungnya laga grand final Piala Eropah 2020 antara Timnas Itali besutan Roberto Mancini versus timnas Inggris besutan Gareth Southgate, yakni stadion Wembley, Inggris. Tentunya akan memberi tuah buat Harry Kane dan koleganya.

    Menurut Bung 'Abo' Zaenal Arief, dalam prediksi Duet Maut bareng Super Soccer tidak bisa menilai kalau stadion Wembley tidak membuat jaminan akan sangat angker bagi tim lawan.

    "Stadion Wembley, Inggris mungkin berbeda dengan stadion- stadion di Indonesia yang kerapkali menjadi "angker" karena sering menjadi tempat untuk menghancurkan musuh-musuh dan menambah dulangan poin di kompetisi," ujar Bung Abo.

    Namun, ceuk Bung Abo sertidaknya pasukan Harry Soutgate ini akan menjadikan stadion Wembley harus bertuah untuk membawa keberuntungan timnya.

    Seperti kita tahu, Inggris pada 1966 pernah jadi jawara di final Piala Dunia di stadion ini. Dan, sekarang setelah 55 tahun, tentu stadion wembley akan dijadikan Harry Kane dan kolega membuat sejarah.

    Dalam hal itu, tim dan stadion memiliki misi bersama untuk membuat sejarah di turnamen ini, seperti yang dilakukan tim Inggris sebelumnya di bawah Menara Kembar lama pada tahun 1966.

    Setidaknya sekitar 60 ribu penonton Inggris telah memenuhi Wembley saat laga versus Jerman, di babak 16 besar, Rabu 30 Juni 2021 lalu. Dan, kini, mereka berharap bisa mengulanginya saat laga final.

    "Itu akan berarti segalanya bagi saya dan tim ini, pasti. Saya sudah katakan sebelumnya: memenangkan sesuatu dengan negara Anda akan melampaui apa pun yang dapat Anda lakukan di level klub, jadi kami memiliki kesempatan itu," katanya kepada UEFA.com.

    “Ini adalah momen spesial dan jika kami bisa menyelesaikan pekerjaan dan menang, maka jelas kami akan dikenang dalam sejarah sepanjang hidup kami. Itulah tantangan yang kami miliki, jadi kami harus pergi dan mengambilnya. ." tambah Kane.

    Namun, menjadi tuan rumah saat final, sejarah membuktikan tidak semuanya menghasilkan yang menggembirakan.

    Prancis kalah satu kali, pada lima tahun lalu tahun 2016. Portugal satu lagi pada 2004 ketika dikalahkan Yunani. Hanya dua kali sebelumnya sebuah negara memenangkan Piala Eropa di kandang sendiri yakni Spanyol pada tahun 1964 dan Prancis pada tahun 1984.

    Tinggal nanti, apakah Inggris dibawah asuhan Gareth Southgate ingin menciptakan sejarah baru? (Bobotoh.id/HR)