Teranyar

    Ini Tiga Petinggi PSSI Yang Tercyduk Kepolisian!

    28 December 2018 11:08
    Koreo sindiran suporter Persikotas di Stadion Wira Dadaha Kota Tasikmalaya saat gelaran Liga 3 beberapa waktu lalu
    Tiga orang petinggi PSSI ditangkap pihak kepolisian terkait dugaan pengaturan skor di sepak bola Indonesia.
    Menjelang akhir tahun 2018, tiga orang petinggi PSSI ditangkap pihak kepolisian. Ketiga petinggi PSSI itu ditangkap dengan tuduhan terlibat dalam pengaturan skor pada beberapa pertandingan.

    Yang terakhir terbaru adalah Johar Lin Eng, Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah. Ia ditangkap Satgas Anti Mafia Sepak Bola sesaat setelag mendarat di Bandara Halim Perdana Kusumah, Jakarta, Kamis kemarin (27/12/2018).

    Ieu Rame Lur:

    Diparios Polisi, Ini Kata Petinggi PT. LIB

    Mangprang Sore: Pelaku Match Fixing, Sanksi Seumur Hidup, Mau Juara

    Sebelumnya polisi juga sudah menangkap Hidayat, yang namanya disebut dalam acara Mata najwa beberapa waktu lalu. Mengetahui namanya disebut dalam kasus pengaturan skor Hidayat akhirnya mengundurkan diri sebagai anggota Exco PSSI Senin silam (3/12/2018 ).

    Hidayat yang awalnya merupakan pengurus PSSI yang menduduki beberapa posisi di komisi. Mulai dari wakil ketua di bidang kompetisi, ketua komisi pengembangan sepak bola usia muda, hingga wakil ketua bidang sepak bola.

    Komdis PSSI juga menghukum Hidayat dengan larangan beraktivitas di lingkup PSSI selama tiga tahun dengan dua tahun dilarang ke stadion, ditambah denda sebanyak Rp. 150 juta.

    Ieu Rame Lur:

    Seulas Sosok Tersangka Mafia Bola Yang Tercyduk Polisi

    Pemain Asli Bandung Membogaan Nilai Lebih!

    Nama lain adalah Papat Yunisial yang namanya tercantm sebagai tercantum sebagai Ketua Komisi Sepak Bola Perempuan. Posisi itu ideal untuk menentukan seseorang menjadi manajer Timnas Indonesia Putri atau tidak. Selain itu Papat yang juga mantan pemain Timnas Indonesia Putri itu merupakan wakil ketua Komisi Studi Strategis.

    Nama Papat Yunisal muncul setelah Lasmi Indaryani, manajer Persibara Banjarnegara menyebutnya di acara Mata Najwa. Lasmi yang manajer P3rsibara banjarnegara, Jawa Tengah merasa ditipu setelah ditawari menjadi Manajer Timnas Indonesia Putri U-16 oleh seseorang yang disebut bernama Miss T, yang belakangan diklaim sebagai anak dari Mr. P.

    Menurut Lasmi agar prestasi Persibara terus menanjak ia diharuskan memberikan kontribusi kepada PSSI (pusat), salah satunya dengan menjadi Manajer Timnas Indonesia Putri U-16. Saat itu Lasmi dan Budhi Sarwono sudah mengeluarkan Rp300-400 juta untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia Putri U-16 di Banjarnegara.(Bobotoh.id/RCK)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli