Teranyar

    Jangan Mengecilkan Soal Kebutuhan. Semua Terdampak !

    21 June 2021 10:49
    Ink Mary akhirnya harus ikut aturan dengan dunia virtual. Dan mengsyukuri dengan musibah yang melanda dunia ini. Artinya memang kudu di re fresh, semuanya. Karena rejeki sudah diatur.
    "Kalau mau ngoboy yang silahkan menjadi coboy, karena memang itu tradisi kita," 
    - Ink Mary, Musisi

    Program Ipok Meti bareng kopi Tubruk Gadjah edisi ke-8 di studio Bobotoh.TV mendatangkan seorang bobotoh sekaligus musisi bertalenta, Ink Mary.

    Ada hikmah selama pandemi ini, kesibukan Ink Mary kalau di dunia entertaiment mah kondisinya lagi dipersempit. Tapi juga ini brelaku buat semuanya juga.

    "Pembelajarannya ada beberapa hal, bisa kumpul sama keluarga. Yang biasanya tampil di ribuan bahkan puluhan ribu penonton, sekarang membuat kegiatan di rumah tanpa sepengetahuan orang," tutur Ink Mary yang merasa rindu untuk segera berakhir pandemi ini.

    Namun, Ink Mary akhirnya harus ikut aturan dengan dunia virtual. Dan mengsyukuri dengan musibah yang melanda dunia ini. Artinya memang kudu di re fresh, semuanya. Karena rejeki sudah diatur. "Tapi tetap saja kudu ada usaha, jangan hanya berdo'a," harapnya.

    Dalam kondisi seperti saat ini, pandangan khalayak terhadap musisi atau siapapun yang dianggap beruntung jangan mengecilkan soal kebutuhan. Semua pastinya terdampak.

    Musisi yang memang dilahirkan dari keluarga musik ini, memang sedikit berbeda dari keluarganya - Rada menghiwal. Katanya, semua musik-musik harus dikuasai. Intinya kalau ada netizen yang menghina soal kiprahnya, Ink Mary hanya bisa meminta membatasi saja komen-komennya.

    "Harus bisa dibedakan antara menghina dan mengkritik. Saya tidak ingin disebut ujug-ujug viral, karena sempat membuat konten bareng keluarga," tambah Ink Mary lagi soal konten yang banyak mendapat kritik.

    Tapi yang Ink Mary lakukan di salah satu kontennya, dengan ada loncatan-loncatan sebenarnya kakinya sudah cedera. Bukan untuk sekedar kudu viral. Tapi memang murni hanya ingin membuat konten saja. Tidak meno'ong hasil akhirnya, uang.

    "Saya masih menganggap sebagai orang ortodok. Mungkin ada yang bilang saya munafik, namun saya juga melakukannya untuk diri sendiri, semisal mengcover lagu lain yang sekarang sudah jadi polemik," jelasnya.

    Polemik karena apakah mereka sudah mendapat izin atau belum. Yang jelas kalau memang mau mengcover lagu, yang harus sesuai dengan kondisi dan budaya. "Kalau mau ngoboy yang silahkan menjadi coboy, karena memang itu tradisi kita," Ink Mary menutup obrolan. (Bobotoh.id/HR)