Teranyar

    Jeblok di Persib Tapi Sukses di Eropa, Radovic Jelaskan Perbedaannya!

    26 December 2020 14:52
    Miljan Radovic kini menukangi klub FK Sutjeska di Liga Montenegro. (Foto: Dok. Radovic)
    Radovic bercerita bahwa banyak perbedaan saat ia melatih di Persib dahulu dibandingkan ia di Sutjeska sekarang.
    Eks pelatih Persib Bandung, Miljan Radovic kini meniti karir yang cukup gemilang bersama klub besar asal Montenegro, FK Sutjeska Niksic. Dari 6 pertandingan yang telah ia jalani, FK Sutjeska Niksic dibawanya tanpa kekalahan dengan meraih 4 kemenangan dan 2 hasil imbang.

    Saat menjabat sebagai pelatih kepala pada November lalu, FK Sutjeska sendiri hampir berada di zona degradasi. Akan tetapi, berkat catatan gemilang tersebut, kini klub yang bertempat di Niksic, Montenegro tersebut berada di posisi 3 klasemen sementara Liga Montenegro 2020/21 atau berada di zona Europa League.

    Mencatatkan hasil gemilang di FK Sutjeska, Radovic pun membandingkan karirnya saat menangani Persib Bandung pada 2018 hingga 2019 lalu. Saat itu, tim asuhan Radovic dianggap tak tampil baik yang membuat dirinya harus keluar sebelum kompetisi Liga 1 2019 lalu.


    Kepada Redaksi Bobotoh.id, Radovic bercerita bahwa banyak perbedaan saat ia melatih di Persib dahulu dibandingkan ia di Sutjeska sekarang. Dari segi gaya bermain hingga kultur yang berbeda pun sedikit mempengaruhinya dalam melatih. Lebih lagi, ia mengaku diberi kebebasan saat melatih klubnya saat ini.

    Ieu  Rame Bob: DI KLUB EROPA, MILJAN RADOVIC KEMBALI DISEBUT "THE PROFESSOR"

    "Perbedaannya sangat banyak, liga berbeda, pemain-pemain yang berbeda, dan juga kultur yang berbeda. Persamaannya adalah saya sama-sama mencintai Sutjeska dan Persib, dan keduanya sama-sama biru," ujar Radovic saat diwawancara oleh Bobotoh.id.

    "Saya pikir dari segi gaya bermain di Indonesia dan di sini berbeda. Ketika saya di Persib, saya mempersiapkan tim untuk kompetisi, bukan untuk turnamen. Tetapi saya pergi sebelum kompetisi dimulai. Di sini, saya bisa memulai kompetisi dan memberikan hasil yang positif," cerita Radovic.

    Lebih lanjut, pria yang dijuluki The Professor tersebut sedikit mengkritisi terkait ketidaksabaran klub Indonesia dalam memutuskan masa depan pelatih. Ia berharap agar klub di Indonesia tak terlalu terburu-buru memecat pelatih ketika persiapan tim saat kompetisi belum dimulai.

    Radovic pun bercerita, ia kini sudah memiliki lisensi UEFA Pro. Berbeda saat ia melatih Persib dahulu, saat itu lisensi yang ia kantongi masih di tingkat UEFA A.

    "Di sini, kami memiliki turnamen untuk persiapan tim, hasilnya tidak mempengaruhi apapun, karena yang terpenting adalah saat di kompetisi. Saya pikir klub di Indonesia harus lebih bersabar dalam hal tersebut," tutur Radovic.

    "Saya pergi dari Persib untuk mengambil ilmu lisensi UEFA Pro, dan sekarang saya sudah berlisensi UEFA Pro," pungkasnya. (Bobotoh.id/RF)