Teranyar

    Jepang Akan Membantos Normalisasi Citarum!

    31 October 2018 15:44
    Sungai Citarum menjadi sumber air bagi penduduk Jawa Barat dan DKI Jakarta. Sungai Citarum membentang sepanjang 300 km dari Situ Cisanti di lereng Gunung Wayang, Kabupaten Bandung dan bermuara di Ujung Karawang (perbatasan Karawang dengan Bekasi).

    Namun sungai terpanjang di Tatar Pasundan ini kondisinya memprihatinkan karena pencemaran. Pemerintah berusaha untuk terus memperbaiki kondisi sungai Citarum .

    Ieu Rame Lur:

    Aqil Bergabung, Sebagian Pemain Tak Tampak Dalam Latihan

    Dua Klub Ini Menjadi Penyumbang Pemain Terbanyak ke Timnas Indonesia

    Untuk membantu rehabilitasi Sungai Citarum, Jepang menyatakan komutmennya untuk membantu normalisais Sungai Citarum. Hal tersebut diutarakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan seoerti dilansir Kumparan, Rabu, 31/10/2018.

    “Iya mereka (Jepang) akan terlibat juga di Sungai Citarum. Karena mereka melihat complete plan di situ,” ungkap Luhut. Komitmen tersebut dinyatakan dalam bilateral meeting dengan Wakil Menteri Urusan Lingkungan Hidup Global Kementerian Lingkungan Hidup Jepang Yasuo Takahashi saat gelaran Our Ocean Conference 2018 di Bali.

    Ieu Rame Lur:

    Pemain Chelsea Sampaikan Duka untuk Keluarga Korban JT-610

    Kim Sudah Menyakuan Kekuatan BFC

    Dalam pertemuan tersebut, Takahashi menyebut bahwa pihaknya telah mengutus salah satu staf mereka yang berkantor di Kementerian KLHK untuk memberikan asistensi di proyek pembersihan sungai Citarum. Sama seperti Indonesia, sebelumnya Jepang juga memiliki permasalahan pada aliran sungai di kota Kawasaki.

    Takahashi menjelaskan, saat ini Jepang telah berhasil memulihkan kondisi sungai di Kota Kawasaki. Dengan pengalaman tersebut, Jepang berharap bisa membantu pemerintah Indonesia untuk memulihkan Sungai Citarum. Selain itu, Jepang juga mendukung TNI yang ikut serta dalam kegiatan normalisasi di Sungai Citarum.

    Terkait asistensi dari Jepang, Luhut mengatakan, hal itu sifatnya sementara. Sebab, pemerintah lebih menekankan agar industri di sepanjang Sungai Citarum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sehingga tidak lagi mencemari sungai.

    “Yang terpenting adalah bagaimana mendisiplinkan mereka, dan mendorong mereka untuk membangun IPAL sehingga tidak lagi mencemari sungai," tandasnya. (Bobotoh.id/RCK. Foto: Tempo.co)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli