Teranyar

    Kacamata Pamaen Asing tentang Euforia Sepak Bola Indonesia

    19 November 2020 14:11
    Pamaen asing yang bermain di Indonesia pun merasakan euforianya, seperti kesan pertama Geoffrey Castillion pada saat bergabung dengan Persib, “Kesan pertama sangat bagus, tim yang sangat besar,fans yang luar biasa.”ujarnya.

    Tak berlebihan rasanya jika mengatakan Indonesia merupakan salah sahiji negara yang “Gila Bola”. Dikutip dari Republika.co.id, Thomas Giordano, Head of Media and Public Relation Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA) pun mengakui pecinta sepak bola di Indonesia. Giordano menyarios bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah terbanyak yang mengpollow laman (fanspage) dari Liga Champion UEFA. Eta untuk sepak bola diluar negeri, didalam negeri sendiri, euforianya terlihat dari Persib yang menempati peringkat ke-11 dunia sebagai kleb yang paling banyak melakukan interaksi di media sosial Facebook sepanjang April 2018 . Hal tersebut tangtu tidak lepas dari Basis Bobotoh Persib yang besar.

    Pamaen asing yang bermain di Indonesia pun merasakan euforianya, seperti kesan pertama Geoffrey Castillion pada saat bergabung dengan Persib, “Kesan pertama sangat bagus, tim yang sangat besar,fans yang luar biasa.”ujarnya. Namun, sayangnya hal itu tidak selaras dengan masih sedikitnya prestasi Indonesia di kancah internasional, “Di Indonesia gila, sepakbolanya nol prestasi, tapi saling bunuh-bunuhan.”celetuk Eko Maung, Pengamat Hukum Olahraga Indonesia dalam menggambarkan fanatiknya pecinta sepak bola Indonesia.

    Fedy, salah sahiji Bobotoh yang dalam profesinya bisa kenal dengan banyak pemain asing di Indonesia nyarita juga tentang respon dari para pamaen asing yang ditemuinya, “Eta salah sahiji carita gelo na oge, ngan di Indonesia kakarak ieu, rek ka stadion make tank, dijerona polisi make senjata. Kakarak emang bener-bener didieu luar biasa.” paparnya.Namun, Fedy juga menambahkan animo bobotohlah yang mungkin menjadi salah satu penyebab pamaen tetap bertahan, “Kusabab ningali animo bobotoh mereunnya, tuluy kabeneran manajemen na ge alusnya  (jadi) manehna masih keneh stay.” ujarnya. (Bobotoh.id/AD)