Teranyar

    Karena, Para Lansia Perlu Didangu Dan diperhatikan. Juga Dibutuhkan !

    3 November 2020 18:00
    Ketua TP-PKK Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil saat Sosialisasi Tujuh Dimensi Lansia Tangguh yang diinisiasi Perwakilan BKKBN Provinsi Jabar (Foto: Rizal/Humas Jabar)
    Melalui tujuh dimensi ini, diharapkan para lansia mampu beradaptasi terhadap proses penuaan secara prositif, sehingga mencapai masa tua berkualitas dalam lingkungan yang nyaman.
    Mengjadi lanjut usia adalah sebuah anugerah karena tidak semua dari kita akan mengalami masa itu. Tadinya bisa berjalan jauh dan cepat, sekarang mengjadi terengah-engah dan sangat lambat....Bahkan, mungkin kita sering bersuara sedikit kencang karena lambatnya mereka berjalan.

    Dan, sebagey upaya memahami apa kata pakar yang bilang kalau anggota keluarga kudu bisa menerima anggota keluarga yang sudah sepuh dan bagaimana juga bisa terus memahami kondisinya, kemudian menyemangati. Karena kebahagiaan itu kudu pucunghul bagi kedua belah pihak (lansia dan keluarganya).

    Dan, bertempat di Hotel Novotel, Kota Bandung, Senin (2/11/20), Ketua TP-PKK Provinsi Jabar, Atalia Praratya Ridwan Kamil terus memperkuat Bina Keluarga Lansia (BKL), dengan Sosialisasi Tujuh Dimensi Lansia Tangguh dalam program peningkatan kesejahteraan jeung kebahagiaan para lanjut usia dalam sebuah keluarga.

    Tujuh dimensi Lansia Tangguh meliputi: spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional, vokasional, dan lingkungan. Dan, mengjadi indikator lansia nu sehat secara fisik, sosial, mental, mandiri, aktif, dan produktif.

    Melalui tujuh dimensi ini, diharapkan para lansia mampu beradaptasi terhadap proses penuaan secara prositif, sehingga mencapai masa tua berkualitas dalam lingkungan yang nyaman.

    “Di BKL yang kita persiapkan adalah keluarganya. Ketika mereka berkumpul dengan teman-teman sebaya, mereka akan lebih merasa bahagia. Karena mereka punya teman untuk cerita, untuk berbagi,” kata Atalia saat menjadi pembicara di acara Sosialisasi Tujuh Dimensi Lansia Tangguh yang diinisiasi oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Jabar.

    Ceuk Atalia, BKL juga melibatkan berbagey kelompok di dalam masyarakat keur menggelar kagiatan jeung edukasi. Ini mengjadi penting untuk menghilangkan rasa sepi, terlebih anggota keluarganya jarang hadir secara fisik atow sibuk dengan kagiatan masing-masing.

    “Selain itu, ruang-ruang untuk mereka berinteraksi itu diperluas, ruang-ruang untuk mereka bisa membangun kebahagiaan mereka, membangun kemandirian mereka dari sisi ekonomi misalnya, itu harus terus didorong,” imbuhnya.

    Para lansia sebenarnya bisa menjadi motivator keur berbagey kegiatan anak-anak, rumaja, atow pasangan muda, karena mereka membogaan pengalaman dalam menjalani kehidupan. Mereka juga perlu mendapatkan apresiasi karena di masa mudanya telah bekerja keras dan berkontribusi dalam ngawangun keluarga jeung bangsa.

    Kegiatan-kegiatan yang digelar dalam BKL mulay dari pemeriksaan kesehatan, senam bareng atow olah raga, hingga curhat. Juga temu keluarga jeung kunjungan rumah. BKL pun diharapkan bisa menciptakan lanjut usia nu mandiri, menciptakan kesejahteraan spiritual, dan menciptakan lanjut usia nu sehat lahir jeung batin.

    Peran keluarga lainnya tentu membentuk lansia sejahtera jeung bagja, yaitu dalam pembinaan mental psikis keur mengatasi keadaan mental jeung emosional, hingga pembinaan ekonomi keur mengatasi rasa kesepian dengan menciptakan suasana yang menyenangkan agar meraos diperhatikan jeung dibutuhkan.

    “Karena para lansia ini perlu di dengar dan diperhatikan, juga merasa dibutuhkan. Peran keluarga begitu penting dalam memberikan motivasi keur mengembangkan hobi atow pekerjaan ringan jeung memenuhi kebutuhan lansia,” tambahnya. 

    Maka bersyukurlah dengan memahami mereka, karena bakti kita ada di mereka dan kelak kita akan menerima buah manis atas perlakukan baik kita kepada mereka. (Bobotoh.id/HR - humas jabar)