Teranyar

    Kemenpora Lebih Prioritaskan Vaksin Covid-19 Kepada Timnas Indonesia, Tidak Untuk Klub

    19 January 2021 10:41
    Foto : bobotohID/AH





    Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tidak mengabulkan jatah prioritas vaksin Covid-19 untuk para pemain yang akan berkompetisi di Liga 1, Liga 2 dan Liga 3, yang diketahui sebelumnya PSSI sudah mengajukan surat permohonan kepada Kementrian Kesehatan (Kemenkes) tembusan surat dari Kemenpora untuk meminta diberi prioritas untuk vaksinasi para pemain yang akan berkompetisi.

    Akan tetapi Kemenpora hanya mengabulkan jatah untuk Timnas Indonesia saja, karena kebetulan ada Piala AFF dan sisa Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang akan dijalani Timnas Indonesia. Dan Timnas Indonesia U-23 akan bermain di SEA Games 2021.

    "Liga 1 dan Liga 2 kan bukan event internasional. Kita juga sama-sama belum tahu itu mulainya kapan (Liga 1 dan Liga 2). Kemenkes sudah menyerahkan ke leading sektor, nah kalau olahraga itu Kemenpora yang menunjuk," ujar Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto dilansir detikSport.

    "Surat (permohonan cabor ke Kemenkes) itu dikembalikan ke kami. Pada akhirnya Kemenkes hanya memvaksin apa yang direkomendasikan oleh Kemenpora," sambungnya.

    Ieu Rame Bob : LIB Belum Mau Mengumbar Rencana Apa Saja !

    Sebelumnya PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 dan 2 kabarnya ingin memesan 5 ribu paket vaksin. Itu terkait rencana melanjutkan atau memulai kompetisi musim baru di tahun 2021 ini.

    Terkait hal itu, Gatot tidak bisa banyak berkomentar. Soal pembelian vaksin, menurutnya merupakan ranah Kemenkes.

    "Saya gak tahu (membeli vaksin), yang jelas pemerintah sudah menjamin gratis. Saya nggak tahu itu urusan Kemenkes. Liga 1 dan Liga 2 tetap dapat, tapi tahapan yang keberapa, kita belum tahu," ujar Gatot.

    "Pegangan kami seluruh rakyat Indonesia akan mendapatkan vaksin gratis. Sabar saja. Kami kan nggak enak sama sektor lain. Jangan ada ego sektoral, masa olahraga itu yang paling utama padahal sektor lain juga banyak yang urgent," tutupnya. (BobotohID/Bolalob/AH)