Teranyar

    Kesaksian Warga Saat Jakarta Menanti Piala Liga...

    10 December 2018 16:36
    Persija Jakarta menjuarai Liga 1 2018. Namun ini kesaksian seorang warga Jakarta akan peristiwa tersebut
    Di luar banyaknya spanduk bertema "Persija Juara" di jalan-jalan Jakarta, saya sama sekali tidak merasakan gairah juara pada warga Jakarta secara umum.

    Betul, Persija memiliki melompok supporter fanatik (Jakmania) yang jumlahnya mencapai ratusan ribu, namun warga Jakarta secara umum bersikap masa bodoh, tidak ada rasa memiliki rasa memiliki atas Persija.

    Ieu Rame Lur:

    Skuad Persib Diliburkan, Gomez Bahas Rekrutmen Pemain Dengan Manajemen!

    Tendangan A'la Eric Cantona Di Pertandingan PSM vs PSMS!

    Bahkan mungkin mereka engga peduli Persija mau juara atau terdegradasi. Ketika #PersijaDay, suasana meriah hanya akan terasa di sekitar tempat pertandingan. Namun secara umum suasana ibukota akan sama saja dengan hari-hari lainnya.

    Kecuali mungkin ada kelompok supporter yang mengadakan nonton bareng, itupun skalanya lokal.
    Pada kenyataannya, di Jakarta, Jakmania hanyalah salah satu komunitas dari banyak komunitas lainnya.

    Ieu Rame Lur:

    Ini Alasan Yang Menyieun Jacksen Betah Di Barito Putera!

    Kinclong Bersama Persib, Ini Pengakuan Ghozo

    Namun di kota-kota seperti Bandung, Malang atau Surabaya suasananya sangat berbeda. Tim-tim seperti Persib, Persebaya atau Arema bukan lagi sekedar tim sepakbola, tetapi sudah menjadi ikon kota masing-masing.

    Masyarakat peduli dan ikut merasa memiliki tim, termasuk mereka yang tidak hobi sepakbola. Dengan kata lain, tim-tim tersebut sudah menjadi budaya, bahkan kearifan lokal masyarakat.

    Teriakan "Hidup Persib" itu sudah menjadi ciri dan kebanggaan tersendiri bagi orang Jawa Barat, khususnya orang Sunda.

    "Tapi khusus Persib memang memiliki nilai plus. Sebab Persib mungkin satu-satunya tim yang bisa melahirkan 'fanatisme ganda'. Karena Persib bukan hanya milik orang Bandung, tetapi milik masyarakat Jawa Barat, khususnya orang Sunda secara umum."
    - Faisal Rahman


    Ambil contoh di Bandung, ketika anda weekend di Bandung, bertepatan dengan jadwal pertandingan Persib, jalan akan terasa sepi, padahal Bandung dikenal macet, terutama saat weekend.

    Dan jangan kaget, jika tiba-tiba anda mendengar teriakan gol di mana-mana, di warung, di pemukiman atau di pinggir-pinggir jalan ketika Persib mencetak gol.

    Tentu faktor sosio-kultural juga sangat mempengaruhi. Masyarakat Jakarta yang heterogen tentu menjadi lebih terbuka. Ini tentu berbeda dengan tim-tim daerah, yang tentu membawa semangat fanatisme kedaerahan.

    Tapi khusus Persib memang memiliki nilai plus. Sebab Persib mungkin satu-satunya tim yang bisa melahirkan 'fanatisme ganda'. Karena Persib bukan hanya milik orang Bandung, tetapi milik masyarakat Jawa Barat, khususnya orang Sunda secara umum.

    Meski beberapa kota di Jawa Barat memiliki tim lokal, namun Persib tetap menjadi idola masyarakat kota tersebut. Hal ini mungkin juga terjadi pada Persipura, PSMS, atau PSM.

    Bandingkan dengan di Jawa Timur yang memiliki banyak tim kuat dengan fanatisme supporternya yang luar biasa. Mustahil kita bayangkan seorang Aremania juga menyukai Persebaya atau sebaliknya. (Bobotoh.id/RCK)

    Ditulis Oleh Faisal Rahman, Warga DKI Jakarta.

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Ayo Dibeli