Teranyar

    Kesalahan Yang Kerap Dilakukan Pemotor Saat Hujan!

    22 November 2018 16:38
    Bobotoh pengguna sepeda motor harus baca sebelum berkendara di musim hujan....
    Musim hujan sudah tiba, bahkan dengan intensitas tinggi disertai angin. Bagi Bobotoh yang tinggal di kota besar, hujan akan sedikit mengganggu aktivitas, khususnya Bobotoh pengguna sepeda motor.

    Masih banyak Bobotoh pengguna motor yang cuek dengan keamanan dan kenyamanan berkendara, saat musim hujan. Berikut beberapa 'kesalahan' yang kerap dilakukan Bobotoh pengguna sepeda motordi saat hujan, seperti dilansir Kompas.com, Kamis, 22/11/2018.

    Ieu Rame Lur:

    Gomez Santai Meski Persib Tanpa Sejumlah Pemain Pilar

    Memayunan Persib, Misi Menyelamatkan Perseru


    1. Jas hujan ponco
    Jas hujan jenis ini bukan didesain buat berkendara sepeda motor, melainkan untuk pejalan kaki. Modelnya yang tidak tertutup semua dan rentan akan terpaan angin, membuat ponco berisiko kecelakaan saat dipakai pengendara sepeda motor.

    Sudah banyak pengendara yang terjatuh akibat jas hujan ponconya tersangkut di gir atau kendaraan lain.

    "Jas hujan yang ideal sebaiknya tidak menghambat gerak tangan, kaki, kepala, hingga seluruh tubuh ketika bersepeda motor. Model yang menjadi pilihan tentu saja jas hujan yang terdiri atas bagian celana dan bagian jaket, bukan ponco" kata Edo Rusyanto, penggiat safety riding, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

    2. Kecepatan berkendara
    Saat hujan mulai turun atau masih dalam kategori gerimis, mungkin ada Bibotoh pengendara motor yang malah menambah kecepatan kendaraannya. Alasannya, berpacu dengan hujan agar lebih cepat sampai di tempat tujuan.

    Kebiasaan ini juga berisiko kecelakaan, mengingat kecepatan motor yang ditambah. Terlebih saat mulai hujan, aspal yang banyak pasir dan sedikit basah karena air hujan, akan membuat jalanan lebih licin.

    Ieu Rame Lur:

    Hasil Banding Mengundang Tanya Pelatih Persib

    #SoccerMovies Green Street Hooligans: Sepak Bola Yang Mengubah Watak !

    3. Berteduh
    Naik motor berarti sudah siap kena panas matahari dan air hujan. Ini risiko lumrah saat berkendara sepeda motor, untuk itu Bobotoh harus menyiapkan segala sesuatunya agar tetap aman dan nyaman di jalan.

    Namun, masih ada Bobotoh yang lupa atau malas membawa jas hujan. Mereka lebih memilih berteduh untuk menunggu hujan reda. Masalahnya, lokasi tempat berteduh ini yang kerap mengganggu pengendara lain.

    Berteduh memang tidak dilarang, tapi juga harus tetap patuh aturan seperti memperhatikan rambu-rambu lalu-lintas dan tidak memakan badan jalan. Hindari tempat berteduh yang bisa menimbulkan kemacetan lalu-lintas, seperti di underpass, kolong flyover atau halte bus.

    4. Sepatu
    Banyak Bobotohang lebih sayang sepatu dari pada kakinya. Saat hujan, mereka lebih memilih menggunakan sandal dan menyimpan sepatunya. Bahkan yang lebih ekstrem, sepatu disimpan di bagasi motor, dan mereka nyeker atau tanpa alas kaki.

    Sepatu adalah piranti wajib saat naik motor, untuk menghindari risiko cedera parah apabila terjadi kecelakaan.

    Saat ini sudah banyak dijual sepatu yang tahan air tapi tetap modis dipakai. Selain itu juga ada pelindung sepatu yang tahan air, tapi tetap aman digunakan saat hujan.

    5. Cover tas
    Bagi Bobotoh yang kerap membawa tas apalagi model backpacker (gemblok), yang tidak muat dimasukan ke bagasi motor, saat hujan bisa memberikan masalah tersendiri.
    Banyak Bobotoh yang mengakalinya dengan memasukan ke dalam jas hujan, tapi malah menghambat gerak badan, dan ini bakal bermasalah saat motor butuh bermanuver.

    Solusi paling benar adalah selalu memasang cover tas yang anti-air sebelum berkendara. Tas tetap bisa dipakai dengan benar meskipun hujan, tanpa khawatir barang bawaan basah terkena air.

    6. Helm
    Pernah mengalami helm berembun saat hujan, ini diakibatkan oleh hembusan nafas dan perbedaan suhu udara di dalam bagian helm dan luar helm. Kondisi ini jangan dibiarkan karena bisa menggangu visibilitas. Untuk pengguna helm full face, cukup buka sedikit bagian visor dan biarkan udara dari luas masuk untuk menghilangkan uap di visor. (Bobotoh.id/RCK. Foto: Tribunnews.com)

    Ayo Dibeli