Teranyar

    Ketum PSSI Ingin Jadi Jabar 1: Iwan Bule Mundur Atau Dicongkel Mundur!

    31 December 2020 11:39
    Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan disebut akan maju di Pilkada Jabar 2024. (Foto: PSSI)
    Ada tiga hal yang menurut mBah Coco, sangat fatal dari kebijakan yang dilakukan Iwan Bule dan para EXCO-nya.






    Ketua Umum PSSI Calonkan Gubernur Jabar

    IWAN BULE MUNDUR ATAU DICONGKEL MUNDUR

    Judul di atas, bisa dianggap serem, bisa dianggap ngancam atau terserah siapa yang membacanya. Intinya, mBah Coco memberi dua pilihan. Mundur secara fair play dan gentlemen, karena nggak paham sepakbola. Atau, dicongkel, karena berkali-kali melanggar komitmennya sendiri.

    Sebagai orang nomor satu di PSSI, Iwan sejak dipilih dalam Kongres PSSI, 2 November 2019, tidak mampu menjalankan titahnya, dalam membangun pembinaan dan prestasi. Tidak terlihat apa saja yang sudah ancang-ancang siap dikerjakan. Yang ada, di atas kertas pun, tak terlihat dan tak terdengar.

    Sejak awal, menurut penilaian mBah Coco, semuanya serba bingung, semuanya serba tak beraturan, apalagi bicara konsep. Terkesan sejak awal, semuanya ditabrak tanpa aturan. Bahkan, sampi tulisan ini diturunkan, Iwan Bule dkk, tak pernah fokus, mencetak “blue print” sepakbola nasional, yang sudah digembar-gemborkan saat kampanye.

    Ada tiga hal yang menurut mBah Coco, sangat fatal dari kebijakan yang dilakukan Iwan Bule dan para EXCO-nya.

    PERTAMA
    Iwan Bule dkk gagal membahagiakan semua klub-klub anggkota Liga 1, 2 dan 3. Mereka sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit, untuk mempersiapkan skuad untuk berlaga di kompetisi, tak bisa diakomodir PSSI. Karena, pasukan Iwan Bule, tak mampu menjelaskan secara nalar dan masuk akal, pentingnya berkompetisi, sambil menjalankan protokol kesehatan.

    Saat 16 Maret 2020 diumumkan ada “force majeure”, akibat pandemik Covid-19. Semua anggota Liga 1, 2 dan 3 sangat maklum. Namun, ketika 1 Oktober dan kemudian 1 November 2020, Iwan Bule tak mampu mendapat “lampu hijau’ dari Polri. Maka, kepercayaan stakeholder Liga 1, 2 dan 3 benar-benar runtuh. Bahkan, menjelang akhir 2020, Madura United sudah siap, deklarasi membubarkan timnya yang disiapkan sejak November 2019.

    KEDUA
    Ketika Oktober 2020, Iwan Bule keliling ke Jawa Barat, untuk mencari dukungan, persiapan menuju Jabar 1 (tahun 2024, bukan 2023 seperti yang ditulis banyak media). Menurut mBah Coco, Iwan Bule sudah merendahkan martabat dirinya sendiri, sebagai Ketua Umum PSSI, mendegradasikan turun derajatnya.

    Gubernur Jawa Barat, menurut mBah Coco level dan derajatnya jauh dibawah Ketua Umum PSSI. Jawa Barat itu hanya 9 kotamadya, dan 18 kabupaten. Bandingkan, dengan PSSI, yang terdiri dari 34 Asprov (sejajar dengan gubernur), 18 klub Liga 1, 24 klub Liga 2, 32 klub Liga 3 Nasional, dan puluhan Askot (kota) dan ratusan Askab (kabupaten). PSSI itu lembaga yang beda-beda tipis dengan Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. Begitu besar wilayah kekuasaannya.

    KETIGA
    Jual-beli jabatan Manajer Tim Indonesia U-20, Iwan Bule “backing”-i Rudy Kangdra dan Joko Purwoko, cari uang receh 100 ribu dolar Singapura (sekitar Rp 1 miliar). Benar-benar puncak kebobrokan Iwan Bule sebagai orang nomer satu di “kursi panas” PSSI. Posisi Iwan Bule, saat mendukung adanya suap menyuap jabatan Manajer Tim Indonesia U-20, adalah sebagai bagian dari struktur INAFOC.

    Menurut mBah Coco, INAFOC adalah lembaga kepanitiaan Piala Dunia U-20, yang seharusnya digelar 20 Mei – 12 Juni 2021. Namun, karena pandemik Covid-19 berkelanjutan. Maka, Indonesia sebagai tuan tumah FIFA U-20 World Cup 2021, dibatalkan, dan kembali akan digelar tahun 2023.

    Namun, lembaga INAFOC yang diluncurkan Jokowi, dalam bentuk Keputusan Presiden RI (Keppres) No 19 tahun 2020, tidak akan dicabut, dan masih akan berlangsung sampai 2023 nanti, ketika Piala Dunia U-20 digelar.

    Sampai hari ini, dalam Keppres-nya, tertuang hanya ada tiga (3) nama didalam struktur INAFOC. Menpora, Zainuddin Amali, sebagai ketua. Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono sebagai ketua infrastruktur. Serta, Iwan Bule, selaku ketum PSSI, juga menjadi ketua bidang prestasi timnas Indonesia U-20.

    Karena, Iwan Bule sudah terlibat menjual-belikan posisi Manajer Tim Indonesia U-20. Maka, saran mBah Coco, dalam waktu dekat ini, Iwan Bule dicopot dari struktur INAFOC, sebagai ketua bidang prestasi timnas Indonesia U-20. Bahwa, Iwan Bule masih menjadi ketum PSSI, itu terserah anggota PSSI.

    SOLUSI
    Dari tiga “dosa” PSSI dibawah Iwan Bule, maka menurut mBah Coco, setelah Menpora Zainuddin Amali mencopot Iwan Bule dari struktur INAFOC. Maka, solusinya Menpora juga memutuskan membentuk Komite Normalisasi (KN), seperti jaman Agum Gumelar tahun 2011.

    Komite Normalisasi, akan membentuk Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding (KB), untuk menjaring para calon atau kandidat 15 EXCO PSSI yang baru, peiode 2021 – 2025. Dengan syarat-syarat yang tidak bisa dikompromikan. Dalam tiga kali kongres PSSI, sejak 2011 di Solo, 2015 di Surabaya, 2016 di Ancol Jakarta, serta 2019 di Shangrilla Jakarta. KP menurut mBah Coco, sangat lemah dan sangat kompromis.

    Contohnya, Iwan Bule dalam lima (5) terakhir, tak punya track record ada di lingkungan sepakbola, dianggap memenuhi syarat. Hal-hal yang sepele inilah, yang merusak sepakbola nasional. Semuanya serba dianggap legal, walaupun syarat-syaratnya ilegal.

    Oleh sebab itu, Komite Normalisasi yang dipilih Menpora RI, harus punya komitmen membangun sepakbola, bukan sekadar seolah-olah peduli, tapi tak punya niat membangun prestasi sepakbola nasional.

    Jika KN bisa dipilih dalam waktu dekat ini, maka Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, bisa meminimalkan jual-beli suara. Karena, penyelenggaranya adalah pemerintah, dalam hal ini Menpora Republik Indonesia. Nggak mungkin, duwit negara, mau digelontorkan oleh memberi THR kepada voters.

    Jika, mau hadir sebagai undangan pemilik suara, silahkan datang, hanya difasilitasi transportasi dan akomodasi. Nggak ada lagi-lagi, mencoba cari deal-deal, untuk membeli pemilik suara. Atau para voter menunggu THR dari para calon anggota EXCO, yang selama ini jadi budaya permanen.

    Pasalnya, jika anggota EXCO yang nggak memenuhi syarat, sejak awal sudah dicoret. Saran mBah Coco, saatnya Iwan Bule mundur secara legowo, silahkan fokus kampanye jadi gubernur, daripada jadi benalu akut di sepakbola nasional. Atau, Iwan Bule dilengserkan pemerintah.

    Bijimane?

    ---
    Penulis: mBah Coco