Teranyar

    Keur Urusan Mengjagaan Anak, Umi Kesampingkan Sebagai Pejabat. Tapi Seorang Umi !

    25 September 2020 11:16
    Umi hanya ingin memastikan saja kalau bentuk pengasuhan dalam keluarga kecil itu kudu positif dan benar-benar terwujud.
    Panik, ya. Kudu waspada juga itu perlu keur urusan si Covid yang bikin kita ketar-ketir dan juga bikin kita riweuh. Apalagi bagi keluarga kecil dengan satu atow dua anak yang lagi bertumbuh kembang serta belum membogaan imunitas nu sempurna.

    Begitupun bagi Umi Siti Muntamah yang kebetulan mendapat amanah sedikit berlebih dan sedikit berbeda dari ibu-ibu lain nya, amanah menjadi Ketua Tim penggerak PKK Kota Bandung, yang tentunya begitu banyak yang harus dikerjakan dan dipikirkan.

    Namun, Umi ingin mengesampingkan jabatannya itu dulu keur urusan yang satu ini mah. Umi hanya ingin dito'ong dari sosok dirinya yang seorang ibu, meskipun tupoksinya sebagai pejabat memang diharuskan. Umi hanya ingin memastikan saja kalau bentuk pengasuhan dalam keluarga kecil itu kudu positif dan benar-benar terwujud.

    "Tentunya dengan tetap ikhlas, sabar, serta menciptakan kehangatan dalam keluarga apapun kondisi jeung persoalannya," ujarnya dengan tutur kata yang tidak ingin menggurui, di cenel Yutub, Kamis (24/9/20).

    Ceuk Umi, gerak langkahnya karena berkaca dan berdasar dari UU No 52 Tahun 2009 dan UU No 10 Tahun 1992, tentang keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat, yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal disuatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

    "Umi hanya meminta para orang tua untuk tetap memenuhi hak-hak anak dalam keluarga meskipun kondisi sedang pandemi Covid-19. Anak perlu mendapatkan hak hidup, tumbuh kembangnya, hak perlindungan, dan hak partisipasi," tutur Umi, sambil menempelkan kedua telapak jari tangannya seperti memohon.

    Ibu dari 7 putri ini, mengingatkan peran orang tua sebagai pengasuh sangat penting dalam membina dan memenuhi hak-hak anak dalam keluarga. Karena mereka belum kokoh fisiknya, rentan tertular, perlu perlindungan secara heuseus, dan perlu pengajaran nu berulang-ulang, kudu telaten.

    Untuk itu keluarga wajib melakukan perlindungan dengan protokol kesehatan, mengedukasi anak. Selain itu, keluarga juga harus menghadirkan kebiasaan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di dalam keluarga dengan pengasuhan yang positif.

    Kumaha, bob...siapkan untuk mengdukung dan mengbantos Umi ? Bukan karena kapasitasnya sebagey istri mang Oded yang Walikota Bandung. Tapi sebagey seorang ibu yang apa boleh buat kalau medannya memang harus ditempuh dengan cara begini, adanya si Covid. Sok, ah.. jaga anak-anak masa depan kita ! (Bobotoh.id/HR)

    Ayo Dibeli