Teranyar

    KIPNAS 2018 Fokus Pada Kesejahteraan Satpam

    11 December 2018 14:43
    Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional 2018 (KIPNAS) digelar Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (ABUJAPI) di Bandung pada tanggal 11 sampai 13 Desember 2018. Bertempat di Hotel El Royal, konferensi tersebut bertema "Cetak Biru Industri Jasa Pengamanan Nasional Menuju Pemuliaan Profesi Satpam."

    KIPNAS itu sendiri juga rencananya akan dihadiri oleh 1000 Direktur/CEO Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), para stake holder baik pemerintah maupun swasta, akademisi, dan perusahaan industri pendukung lainnya.

    Ieu Rame Lur:

    Sebelum Mudik Pemain Ini Tegaskan Ingin Tetap Di Persib!

    Ieu Rahasia Persib U-16 Tampil Menggurilap!

    Saat ini sudah ada lebih dari 2 juta anggota Satuan Pengamanan (Satpam) di Indonesia. Tentunya jumlah ini memiliki peran yang memoengaruhu sosial ekonomis yang besar terhadap pembangunan nasional, baik sebagai obyek maupun subyek pembangunan.

    Ada pula yang dibahas dari acara KIPNAS tersebut. Salah satunya membahas tentang kesejahteraan Satpam.

    Ieu Rame Lur:

    Polisi Tembak Mati 2 Begal!

    Bobotoh Membageakeun Persib U16, Ini Reaksi Rahmat Hidayat!

    "Kami juga berkomitmen juga untuk tidak memberi upah security yang di bawah naungan kami diberi upah di bawah Upah Minimum," ujar Budi Rianto selaku Ketua Umum BPP ABUJAPI saat sesi jumpa pers, Selasa pagi tadi (11/12/2018).

    "Yang nantinya kita harapkan mensejahterakan untuk dari sisi finansial dan dalam bentuk penghargaan, sebab Satpam itu sekarang bukan menjadi profesi yang membanggakan. Masih marjinal lah seperti itu. Jadi memang kita sungguh sungguh dari acara KIPNAS itu memuliakan Satpam dari taraf hidup baik pendapatan,kompetisi, dan sertifikasi," ujar Budi Rianto

    Selain itu Budi Rianto juga mengatakan jika saat ini tak sedikit beberapa pihak yang memberi upah Satpam di bawah standar. Oleh karena itu saat ini pihak ABUJAPI sesegera mungkin merumuskan tarif dasar para pekerja Satuan Pengamanan.

    "Kalau sekarang seperti pendapatan itu berdasarkan UMK masing-masing. Tapi yang jelas kita masih berupaya untuk kesepakatan semacam tarif dasar," tambahnya. (Bobotoh.ID/FY)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli