Teranyar

    Kontrasepsi Keur Ngatur Kelahiran, Boleh-Boleh Saja. Tiada Ada Matsalah Dan Tidak Mengnyieun Haram

    25 September 2020 13:34
    Bahkan itu sangat berkesesuaian dengan pandangan Islam, bahwa keluarga itu harus menjadi pilar penting dalam pembentukan masyarakat.
    Tuh kan...., geliat BKKBN Jabar memang tiada henti. Tiada banding keur memere informatsi dengan berbagai kompanye soal program Bangga Kencana. Bareng Sekretaris MUI Jabar, Kamis (24/9/20) Nakhoda BKKBN Jabar, H. Kusmana, kerjasama dengan RRI Bandung melakukan dialog bertema Ketahanan Keluarga Untuk Masa Depan Bangsa.

    Kiyai Rafani Ahyar membuka dialog dengan mengjelaskeun, masih banyak masyarakat yang beranggapan jika menggunakan alat kontrasepsi haram, karena menahan kehamilan memake cara nu ilmiyah.

    Tutur sang kiyai, penggunaan kontrasepsi ini ditujukan keur mengatur dan merencanakan kehamilan. Agar tercipta generasi muda penerus bangsa nu berkualitas, dengan meminimalisir resiko terhadap ibu hamil.

    "Kalau kontrasepsi itu dimaksudkan untuk pengaturan kelahiran. Demi untuk menjamin keluarga yang bahagia, tidak ada masalah, tidak diharamkan dan boleh-boleh saja. Bahkan itu sangat berkesesuaian dengan pandangan Islam, bahwa keluarga itu harus menjadi pilar penting dalam pembentukan masyarakat," kata sang kiyai. 

    Jika anggapan kontrasepsi teh haram, justru akan berakibat buruk bagi generasi penerus bangsa dan keluarga itu sendiri, heuseusnya bisa mengancam ibu pas hamil. Karena tidak terkendalinya kehamilan dan hal ini juga jelas berimplikasi kepada permasalahan lainnya baik itu kesejahteraan, pendidikan hingga ekonomi.

    Menurutnya, daripada kelahiran teu terkendali, anak teu ka urus dan ekonomi mah pasti. Itu nantinya akan bikin riweuh juga. Mangkanya dalam kondisi keluarga yang seperti ini, teu mungkin menjadi keluarga yang kuat. Tapi, sepanjang kontrasepsi itu dipake keur pengaturan. Jaman breto mah istilahnya penjarakkan, dan itu tidak masalah.

    "Tapi MUI pun mengharamkan penggunaan kontrasepsi yang tidak semestinya, seperti dengan sengaja menolak kehamilan untuk kepentingan pribadi," lanjut sang Kiyai ini.

    Yang tidak boleh itu keur pembatasan, dengan tidak ada alasan yang dimungkinkan. Seperti, kedaruratan kalau mempunyai anak tapi beresiko ngundang kematian, itu dibolehkan. Jadi yang tidak boleh itu, pembatasan yang tidak beralasan. Tapi boleh saja alasan umur, sepanjang itu aya hasil, keterangan dari dokter atau hasil kajian ilmiyah. Eta teu masalah.

    Sementara itu, Drs. Kusmana menambahkan dalam Momentum Hari Kontrasepsi Sedunia ini, BKKBN bersama instansi terkait, targetkan pemasangan akseptor baru sebanyak 43.256 alat kontrasepsi dengan 2 jenis yaitu IUD dan Implan.

    "Saat ini kami mentargetkan 43.256 akseptor baru dengan 2 jenis yaitu IUD sebanyak 32.202 dan Implan 11.054 dalam memperingati Hari Kontrasepsi Sedunia, dan saat ini sudah mencapai 85,3% dari target yang di harapkan," ujar pria yang selalu gumbira dan menggumbirakan ini. 

    "Kami juga mengajak masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan KB gratis tersebut, agar mengunjungi tempat pelayanan KB di wilayahnya masing masing, hingga tanggal 26 September mendatang," tambahnya. (Bobotoh.id/HR - FT ; bkkbn/irfan)

    Ayo Dibeli