Teranyar

    Kontribusi Persib Sebagai Mediator Untuk Ngamumule Bahasa Sunda!

    22 February 2019 11:02
    Lekat dengan masyarakat Sunda, Persib Bandung bisa menjadi pemantik untuk 'ngamumule' Bahasa Sunda
    Persib Bandung lekat menjadi lekat dengan Jawa Barat, sejak pertama kali berdirinya. Terutama dalam 20 tahun terakhir, di mana Persib Bandung menjadi satu-satunya tim asal Jawa Barat yang menjadi kontestan kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

    Sedemikian lekatnya dengan Jawa Barat yang identik dengan masyarakat Sunda, maka bahasa Sunda pun menjadi bahasa 'persatuan' para Bobotoh. Walau tentu tidak semua Bobotoh bisa berbhasa Sunda, terutama yang berada di wilayah perbatasan atau di luar Jawa Barat, tetapi hal tersebut tercermin di media sosial.

    Ieu Rame Lur:

    Ceuk Arema FC, Pengaturan Skor urusan Aparat !

    Kongkalingkong Arema FC. Diduga Ngatur Sekor !


    Di mana dalam berinteraksi, banyak Bobotoh yang menggunakan bahasa Sunda. Baik dalam memberikan komentar atau mengungkapkan gagasan dan pendapatnya terkait Persib Bandung.

    "Untuk gunem catur (berbincang) dalam bahasa Sunda, jangan merasa gengsi. Jangan takut salah , jangan terlalu berpatokan dengan undak-usuk bahasa Sunda,"
    - Dede Syafruddin, Bobotoh/Wartawan Majalah Mangle


    Tentu saja hal tersebut menjadi sinyal positif bagi penggunaan bahasa Sunda. Di mana menurut Dede Syafrudin, wartawan majalah minguan bahasa Sunda, Mangle, hal tersebut harus dibiarkan mengalir.

    Ieu Rame Lur:

    Ieu Pasal-Pasal Buat Kejahatan Djokdri

    Satgas terus Meno'ong Aliran Dana Djokdri


    "Bagus lah, biarkan di ruang publik mengalir seperti apa adanya. Nanti bila memang harus dikoreksi barulah dipindah ke ruang diskusi," sebut Dede ketika berbincang mengenai peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional yang jatuh 21/2/2019 kemarin.

    Sebelumnya Dede juga mengatakan bila untuk berkomunikasi dalam bahasa Sunda jangan terlalu berpatokan pada 'Undak Usuk Basa Sunda' .

    "Untuk gunem catur (berbincang) dalam bahasa Sunda, jangan merasa gengsi. Jangan takut salah , jangan terlalu berpatokan dengan undak-usuk bahasa Sunda," sarannya lagi.

    Menurut Dede, komunikasi harus cair apalagi dengan teman atau rekan sejawat. Jangan ragu untuk menggunakan bahasa yang dianggap 'kasar' atau 'loma' akrab untuk berkomunikasi.

    Undak-usuk Basa Sunda adalah salah satu cara orang Sunda memilih kata dalam berkomunikasi berdasar lawan bicara berdasar strata sosial dan usia.

    Sedangkan menurut Gugun Lewo, boboth yang juga filolog (ahli naskah Kuno), penggunaan bahasa Sunda oleh Bobotoh baik di medsos maupun di stadion, lebih mengikat secara emosional.

    "Persib sudah identik dengan urang Sunda karena bedomisili di Tatar Sunda. Suporternya juga disebut Bobotoh (yang berasal dari bahasa Sunda)," terang Gugun.

    Dengan demikian menurut Gugun setiap teriakan, ungkapan, bahkan ejekan dirasa akan lebih emosional karena diungkapkan dalam bahasa Ibu.

    Oleh karena itu Gugun berpendapat bahwa Persib Bandung juga memiliki kontribusi dalam memelihara keberlangsungan bahasa Sunda. Bahkan ia berharap web Persib juga memiliki rubrik berbahasa SUnda atau setidaknya menggunakan bahasa Sunda.

    "Ada penggunaan bahasa Sunda di web Persib, karena Persib sudah identik dengan Sunda. Persib juga berkontribusi dalam 'ngamumule' pelestarian bahasa Sunda," sebut Gugun saat berbincang dengan Bobotoh.id, Kamis 21/2/2019.

    Hal serupa disampaikan Yoga 'Agoy' ketua Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda (Pamasss Unpad). Menurutnya Persib sangat bisa menjadi mediator dalam upaya pelestarian bahasa Sunda.

    "Bisa banget, soalnya lagu atau chant Persib juga banyak yang memakai bahasa Sunda. Jadi yang tidak terbiasa berbahasa Sunda pun akan terbiasa," tutur Yoga Rabu (20/2/2019 lalu). (Bobotoh.id/RCK. Foto: Ist)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli