Teranyar

    Kontroversi VAR di Dunya Sepak Bola

    18 November 2020 14:56
    Sumber gambar: Bolalob.com
    Pada laga lanjutan premiere league 2020/2021, handball dan offside lah yang menjadi langganan  VAR & seringkali memuncunghulkan kontroversi.

    Video assistant referee atau sering disingkat VAR, merupakan salah sahiji bentuk kemamprangan teknologi di dunia sepak bola.Keputusan wasit yang seringkali pret! Eh kirang tepat, membuat VAR menjadi alat yang digadang-gadang menjadi solusi. Namun, pada prak-praknya, ternyata adanya VAR tidak sepenuhnya mengurangi kontroversi. Hal tersebut belakangan ini terraos pada laga lanjutan premiere league 2020/2021, handball dan offside lah yang menjadi langganan  VAR & seringkali memuncunghulkan kontroversi. Banyak pihak yang meminta peninjauan kembali penggunaan VAR.

    Di Indonesia sendiri, teknologi VAR ini acan dipasang. Menurut Eko Maung, pengamat hukum olahraga Indonesia hal tersebut terjadi karena 3 faktor. Mulai dari biaya pemasangannya yang mahal,belum adanya sumber daya manusia yang mumpuni dalam mengoperasikannya dan tidak semua stadion bisa dipasang VAR. Terlebih, kebanyakan stadion di Indonesia bukan sepenuhnya milik kleb, maupun federasi. Tetapi kebanyakan stadion dibogaan oleh pemerintah daerah. Namun, Eko sendiri merasa adanya VAR akan mendampak positif dengan sepakbola Indonesia, “Dengan adanya VAR ini, minimal orang-orang yang protes atau gak setuju mereka bisa nerima sehingga tidak melakukan tindakan-tindakan yang merusak,seperti memukul wasit, suportenya ngamuk dsb, karena keputusan diambil berdasarkan bukti-bukti otentik digital, visual, video.”paparnya. (Bobotoh.id/AD)