Teranyar

    Liga Catur Ledeng Seri II 2020, Warbiyasah !

    28 December 2020 08:17
    Deni Sonjaya (FM0 versus Arifa Rizky Syahputra (Tim Porda Kota Bandung)
    Tidak tanggung-tanggung, para pecatur ternama yang telah mengharumkan Kota Bandung dan Jawa Barat, bahkan Nasional ikut meramaikan liga ini. Seperti Deni Sonjaya yang bergelar Master FIDE (MF/Kota Bandung), Aris Catur (MF/Kab. Bandung).
    Salut dan apresiasi tinggi apa yang dilakukan Keluarga Besar para Pecatur Terminal Ledeng ini. Dan didukung oleh Super Chess Community mereka menggelar Liga Catur Ledeng Seri II 2020 pada Sabtu dan Minggu, 26-27 Desember 2020 berjalan seru.

    Di hari pertama yang berlangsung di base camp Perca BU (Persatuan Catur Bidak Utara), itu menampilkan para pecatur kategori perorangan, sedangkan hari kedua pertarungan kategori cametian atau pasangan.

    Tidak tanggung-tanggung, para pecatur ternama yang telah mengharumkan Kota Bandung dan Jawa Barat, bahkan Nasional ikut meramaikan liga ini. Seperti Deni Sonjaya yang bergelar Master FIDE (MF/Kota Bandung), Aris Catur (MF/Kab. Bandung).

    Para pecatur top daerah yang turut bertarung itu antara lain; Arifa Rizky Syahputra dan Oom Saptari (Tim Porda Kota Bandung), Hamdan (Tim Porda KBB), Zadiat (Tim Porda Ciamis), Samsi Hidayat dan Yana Taryana serta Bambang (Tim Peparnas Jabar),

    Pecatur cilik Dinda dari KBB

    Pertarungan Deni Sonjaya (FIDE Master) melawan Arifa Rizky Syahputra (Tim Porda Kota Bandung) di Liga Catur Ledeng Seri II 2020 kategori perorangan pada Sabtu (26/12/2020) berjalan seru.

    Tak hanya itu, liga yang dipimpin Sammin Palanda Wasit Nasional (WN), Syamsul Ridwan (WF) dan Eri Embun (WW) ini menarik peserta yang tidak hanya dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan KBB, melainkan dari Sumedang, Subang, Cimahi, Majalengka, Ciamis bahkan dari Semarang.

    Pada kelangsungan kategori perorangan pertarungan terasa sangat seru, para pecatur ternama pun merasakan kekalahan.

    Sehingga pada akhir pertandingan yang mengetengahkan Swiss 6 babak ini 4 peserta memiliki poin yang sama, 5 point'. Akhirnya, wasit pun menentukan para juaranya melalui solkof.

    Ketua Pelsaksana Liga Catur Ledeng Seri II, Ido Risyiana sangat sumringah dan bersyukur liga catur ini bisa berlangsung dengan adanya situasi pandemi Covid-19.

    Diakuinya tahun lalu sebelum ada pandemi korona, terasa lebih meriah karena penyelenggaraan pun hingga digelar di tengah terminal dengan menggunakan tenda.

    "Untuk itu, kami berterima kasih kepada para peserta, yang dalam keikutsertaannya dalam liga ini benar-benar memperhatikan protokol kesehatan (3M), sehingga kelangsungan liga selain seru juga aman terkendali", ujarnya.

    "Dan terima kasih yang tak terhingga, tentunya buat Super Chess Community yang telah mendukung liga ini," jeals pria yang kerap disapa Apih ini.

    Sementara H. Soleh Subary, yang mewakili Super Chess Community, begitu senang karena liga ini berdampak besar. Ini terto'ong dari pendaftaran yang diburu para peserta. 40 peserta merupakan hasil seleksi lebih dari 100 calon peserta.

    "Dan salutnya para peserta non gelar, tidak gentar meski berhadapan dengan para pecatur yang sudah memiliki jam terbang, seperti MF, MN, para pemain Porda, dan lainnya yang telah meraih gelar kejuaraan," papar pria yang juga Koordinator Wartawan Peliput Event Djarum (K-WAPED)

    H. Soleh berharap meno'ong kelancaran dan keseruan serta aman kelangsungan liga ini, bukan tidak mungkin pihak pendukung, yaitu Super Chess, akan kembali mensuport Liga Catur Ledeng ini.



    Sammin Palanda, salah seorang wasit catur nasional, menjelaskan, Liga Catur Ledeng ini menggunakan sistem Swiss enam babak. Jadi pemenang akan ditentukan berdasarkan poin yang diperolehnya dalam enam kali bermain.

    Namun bila di akhir pertandingan terdapat poin yang sama antara peserta, wasit akan menentukan para juaranya melalui solkof.

    "Dengan sistem Swiss 6 babak, selain bertarung meneang poin tinggi, para peserta juga bisa 'saling pukul', yang kalah bisa bertemu lagi dengan yang mengalahkannya," jelsanya.

    Juara-juara kategori perorangan :

    1. Oom Saptari (Kota Bandung)
    2. Zadiat (Ciamis)
    3. Deni Sonjaya (Kota Bandung)
    4. Arifa Rizki Syahputra (Kota Bandung)
    5. Aris Catur (Kab.Bandung)
    6. Decky (Cianjur)
    7. Asep Oben (Kota Bandung)
    8. Alendra (Kota Bandung)
    9. Away (Kota Bandung)
    10. David Christian

    Adapun untuk kategori BU terbaik pemenangnya Ojon (Kota Bandung) dan Harrie Lubis (Kota Bandung

    Sementara kategori cametian (pasangan) yang penyelenggaraannya hingga Minggu (27/12) malam, keseruannya terasa nyaris sama seperti di pertarungan kategori perorangan.

    Terbukti, dari 28 pasang peserta yang merupakan hasil seleksi, hanya 7 pasangan yang maju ke babak final.

    Berikut para pemenang hasil babak final kategori cametian:

    1. Deni Sonjaya/Dede Saefudin
    2. Ojon/Ucha
    3. Decky/Saeful
    4. Yogi/Tatang
    5. Sigit/Apih
    6. Syamsul/Eri Embun
    7. Tasdik/H. Soleh

    Setelah beres keseruan pun ditutup dengan 'Ngaliwet Bareng". Dan, event Liga Catur Ledeng Seri II 2020 secara resmi ditutup oleh Wasit FA Syamsul Ridwan. (Bobotoh.id/HR-FT :FD)