Teranyar

    Liga Dihentikan, Kapten PSS Sempat Jual Beras

    19 November 2020 10:33
    Kapten PSS Sleman, Bagus Nirwanto. (Foto: Instagram Bagus Nirwanto)
    Para pesepakbola profesional di Indonesia harus memutar otak ketika liga diberhentikan. Lebih lagi, mereka harus menerima keputusan PSSI yang hanya mewajibkan klub membayar sebesar 25 persen dari total gaji pemain seiring dengan pandemi Covid-19.

    Keputusan tersebut pun tentunya membuat para pemain hanya memiliki penghasilan yang minim. Akhirnya, banyak diantara mereka yang banting setir untuk berdagang atau menjadi pengusaha.

    Salah satunya adalah kapten tim PSS Sleman, Bagus Nirwanto. Bagus mengaku sempat berdagang beras untuk menyambung hidup di kondisi pandemi ini.



    "Waktu pandemi libur lima bulan pertama, saya sempat jualan beras. Usaha jual beras kemarin sebenarnya buat coba-coba saja. Tapi sekarang sudah tidak lagi," tutur Bagus, seperti dikutip Bobotoh.id dari laman CNN Indonesia.

    Karena kondisi tersebut, Bagus pun berharap agar kompetisi Liga Indonesia bisa berjalan kembali agar semuanya berjalan normal.

    "Setiap hari saya latihan mandiri di rumah dan juga menjaga anak saat istri saya bekerja," ujarnya.

    "Ya sudah sekarang cuma bisa berharap gaji dari klub yang tinggal beberapa persen lagi. Dampak Liga 1 dihentikan ini sangat besar, kami berharap secepatnya bisa kembali dimulai," pungkas Bagus. (Bobotoh.id/RF)