Teranyar

    Logika Bisnis Perusahaan Klub Sepakbola di Bandung

    7 November 2019 18:55
    Transisi menuju sepak bola modern tengah menjadi wacana hangat beberapa dekade ini. Di mana swastanisasi kepemilikan klub menjadi wajib hukumnya untuk dijalankan.

    Tentu, hal ini menimbulkan kontradiksi. Namun, sebagian kecil klub Indonesia telah berhasil melewati fase itu. Tapi bagaimana dengan Persib?

    Ieu Rame Lur:

    Ditanya Soal Golnya Ke Gawang PSIS, Ieu Ceuk Febri Bow

    Komdis PSSI Meragragkeun Sanksi Pada Gubernur Kalteng & Patrich Wanggai

    Seperti yang kita ketahui, akhir-akhir ini Bobotoh sering tidak sejalan bahkan berbenturan dengan manajemen (walaupun aya bobotoh manajemen he he he he). Mulai dari tiket 100% online, hingga yang baru-baru ini yaitu memilih Bali sebagai kandang karena tidak turun izin dari Polda.

    "Romansa sepak bola? passion? Peduli xxxetan mereka dengan itu. Yang menghambat akan dihajar, yang mengangguk akan dirawat"
    - Girinaldi Purnama, Bobotoh


    Dalam hal ini, di saat industri sepak bola diagung-agungkan dan dianggap sebagai kemajuan yang harus diraih oleh setiap unsur yang berada di persepakbolaan, maka hal yang terjadi di atas menjadi tak terhindarkan adanya.

    Ieu Rame Lur:

    Kevin Cedera, Ezechiel Mudik: Lawan Arema FC Persib Kehilangan Banyak Pemain

    Bukan Ezechiel, Ini Alasan Febri Dipilih Jadi Penendang Pinalti

    Benturan antara Bobotoh dengan Manajemen, atau untuk alasan kepraktisan, mari kita sebut benturan antara Konsumen dengan Produsen atau penyedia jasa.

    Saya sengaja mengambil logika konsumen vs produsen karena memang benar itu yang terjadi dewasa ini. Si Produsen dengan penyediaan jasanya melihat adanya peluang besar di bisnis pengadaan permainan sepak bola di kota Bandung ini.

    Ketika logika tersebut dipakai dan dijalankan, maka terjadi produksi besar-besaran, juga eksploitasi konsumen dengan beberapa tipu daya seperti menjual nama dengan dalih 'kebanggaan kota Bandung'.

    Namun, hey, sadar atuh! “It's all about company, not just football club” mun ceuk si @VikingUnpad tea mah. Si produsen tidak akan memperhatikan mereka yang tidak memberi income kepada mereka.

    Romansa sepak bola? passion? Peduli xxxetan mereka dengan itu. Yang menghambat akan dihajar, yang mengangguk akan dirawat.



    Sebagai penutup, saya akan menutup dengan kalimat 'Bobotoh adalah Raja, Manajemen adalah Dewa'. Tapi punten, saya mah teu percaya adanya dewa, he he he he. (Bobotoh.id/RCK. Foto: AH)

    Girinaldi Purnama, penulis merupakan mahasiswa S1 IP di salah satu universitas negeri yang ada di Jatinangor. Pengguna twitter dengan akun @girinaldipurnam, hidup sederhana dan apa adanya.

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli