Teranyar

    Lolos Dari Dakwaan. Dan, Bebas Berkarya !

    30 October 2021 12:04
    Banyak netizen yang penasaran dengan kondisi Koil sekarang. Kebetulan Leon mengatakan jika Koil akan mengeluarkan album


    Untuk pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 yang menyieun riweuh, DCDC Pengadilan Musik edisi 49, di The Kantinnasion The Panas Dalam, Jalan Ambon, Kota Bandung ada yang beda. Beberapa Coklat Friends ada yang beruntung bisa menyaksikan secara langsung.

    Beda lainnya adalah di kursi pembela Yoga PHB ditemani oleh seorang sarjana hukum nu asli, Yoga. Yoga terpilih setelah mengikuti audisi. Ia mengirimkan video dan kemudian lolos dalam tes wawancara yang digelar oleh DCDC Pengadilan Musik.

    Dan, di Pengadilan musik edisi ini, grup musik asal Bandung, Koil, menjadi terdakwa. Dalam sidang ini juga terungkap mengapa Koil yang berdiri tahun 1993 sangat jarang mengeluarkan album. Mereka justru lebih sering merilis ulang album Blacklight.

    Koil menjadi terdakwa karena mereka merilis ulang album Blacklight dalam bentuk vynil version.

    Jaksa Budi Dalton menanyakan arti kata Koil yang dipakai oleh Otong dan kolega sebagai nama band. Dan, diluar dugaan, sang vokalis ini menjawabnya yang di luar dugaan membuat pengunjung sidang tertawa.

    Menurut Otong, ternyata ini ada kaitannya dengan hal-hal di luar nalar atau bisa dibilang mistis.

    "Misalnya saja materi lagu hilang. Yang paling terasa adalah saya kerap sakit, bahkan sampai lumpuh," ujar Otong.

    Namun, Koil tak serta merta merilis ulang saja. Ada sejumlah lagu baru di setiap album Blacklight yang dirilis ulang.

    Otong mengatakan, meski terkesan band malas, jika indikatornya mengeluarkan album, Koil justru sebenarnya band yang hiper produktif. "Kami bukan lagi super produktif, tapi sudah hiper," katanya.

    Ia menyebut jika Koil sebenarnya punya 150 materi lagu dan kini baru dikeluarkan sekitar 30-an lagu, termasuk di album ini.

    Seperti biasa pengadilan ini dipimpin oleh Hakim Man Jasad. Dua Jaksa selain Budi Dalton, hadir duet nya Pidi Baiq.Serta panitera Edi Brokoli.

    Dan dii akhir persidangan, hakim memutuskan Koil lolos dari dakwaan dan diperintahkan untuk terus berkarya.

    "Memutuskan Koil bebas bersyarat dan harus segera memperkenalkan album terbaru ke publik," ujar Hakim Man.

    Perwakilan DCDC Pengadilan Musik, Agus Danny Hartono, mengatakan ada alasan mengapa mereka menghadirkan Koil.

    "Banyak netizen yang penasaran dengan kondisi Koil sekarang. Kebetulan Leon mengatakan jika Koil akan mengeluarkan album," ujar Danny. Ini yang kemudian membuat mereka menghadirkan Koil di kursi terdakwa.

    Ia menambahkan, di DCDC Pengadilan Musik ini juga mereka menghadirkan penonton secara langsung meski masih sangat terbatas. Selebihnya Coklat Friends bisa menyaksikan secara virtual.

    Mengenai adanya jaksa baru, Agus mengatakan ini bentuk mereka berinteraksi dengan netizen. Ke depannya, konsep seperti ini bakal dipakai.

    "Di kursi pembela nantinya ada satu dari netizen yang akan kami cari melalui audisi. Dan posisi Yoga PHB pun tidak sepenuhnya aman," ucapnya.

    Ke depannya, kursi jaksa, panitera, atau hakim pun sangat mungkin berganti. "Tahun depan bisa jadi mereka juga berganti," kata Agus.



    Koil datang ke Pengadilan Musik tanpa dihadiri dua personilnya, yakni Adam dan Doni. Mereka membawa bassis baru wanita, Deana.

    "Kehadiran bassis baru tentu saja sedikit banyak memengaruhi warna musik Koil kali ini," kata Otong.

    Sementara menurut Deana, Koil adalah band besar yang namanya sudah dibilang melegenda dalam genrenya.

    "Bangga sekali bisa main dan gabung Koil, mereka legend ya," katanya.

    DCDC Pengadilan Musik edisi 49 sudah ditayangkan secara virtual Jumat (29/10/2021).

    Koil sendiri dikenal sebagai band yang berdiri di Kota Bandung pada tahun 1993. Band ini merilis album perdana pada September 1996 yang berjudul sama dengan bandnya, Koil. Pada Februari 2001, band ini merilis album kedua berjudul Megaloblast. Band ini juga menghasilkan video untuk single “Mendekati Surga”. Album ini dirilis ulang pada Desember 2003.

    Tahun 2007, Koil merilis album ketiga yang berjudul Blacklight Shines On. Album ini dirilis dalam format digital dan bebas untuk diunduh secara gratis. “Semoga Kau Sembuh Part II”, menjadi salah satu lagu di album tersebut yang kemudian dibuatkan video klip oleh sutradara Rizal Mantovani sebagai bagian dari soundtrack film horor berjudul Kuntilanak.

    Selang tiga tahun setelah itu, tepatnya pada Maret 2010 Koil merilis album Blacklight. Dalam edisi ini, mereka menambahkan dua lagu baru dan satu lagu remix.

    Kuatnya gangguan berbau mistis yang mengiringi perjalanan band ini membuat produktivitas mereka untuk memproduksi album akhirnya terhambat. Album Blacklight sendiri bisa dibilang menjadi album Koil yang sering dirilis ulang. (Bobotoh.id/HR)