Teranyar

    Mafia Bola Berhubungan Jeung Judi Online?

    28 February 2019 11:37
    Satgas Antimafia Bola terus mendalami keterlibatan mafia bola dengan judi online. Lasmi Indaryani menyerahkan beberapa barang bukti
    Mantan manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani menyerahkan beberapa alat bukti soal dugaan judi online yang dirasa ada kaitan dengan kasus pengaturan skor. Alat bukti diberikan pada Rabu kemarin, 27/2/2019 ketika menyambangi Polda Metro Jaya.

    "Saya memasukkan data dari yang saya dapatkan tentang judi online gitu kan, materilah. Kira-kira ada sebuah rekening dikelola oleh bandar judi kemudian dikamuflase dengan transaksi mobile oleh makelar tapi sebenarnya untuk bayar judi online," kata Lasmi di Mapolda Metro Jaya seperti dilansir Viva.co.id, Rabu 27/2/2018.

    Ieu Rame Lur:

    Persib vs PS Tira Persijkabo Jadinya Main Jam Berapa?

    Bodor! Maling Motor, Tinggalkan Mobil!

    Sementara itu, kuasa hukum Lasmi, Boyamin Saiman menyebut beberapa alat bukti yang diserahkan berupa nomor rekening bank hingga nama-nama pemilik rekening. Ia menjelaskan, sebenarnya polisi pernah melakukan penindakan terhadap kasus semacam itu tahun 2017 silam.

    "Kalau berkaitan itu (alat bukti yang diserahkan) saya masukan rekneing bank-nya ada atas nama siapa aja ada, terus kaitan bank itu, berkaitan rekrutmen ada. Saya screnshoot dan saya print saya sampaikan ke satgas"
    - Boyamin Saiman, Pengacara Lasmi Indrayani


    Namun kasus judi online yang berpusat di Filipina itu terpaksa dihentikan karena kurang alat bukti. Ia berharap dengan adanya Satuan Tugas Anti Mafia Sepakbola seperti sekarang kasus judi bola bisa diberangus juga.

    Ieu Rame Lur:

    Yunior Sudah, Kapan Atuh Yang Senior, Simon ?!

    Ratu Tisha Pun Berpantun. Naon Isinya?

    "Kalau berkaitan itu (alat bukti yang diserahkan) saya masukan rekneing bank-nya ada atas nama siapa aja ada, terus kaitan bank itu, berkaitan rekrutmen ada. Saya screnshoot dan saya print saya sampaikan ke satgas," kata  Boyamin.

    "Sebenarnya itu pernah digerebek oleh Polresta Bogor tapi sudah ditangkap, ditahan dan dilepas lagi dengan alasan kurang bukti karena ini dua negara. Nah ini level satgas semoga bisa menindaklanjuti dan bisa mengembangkan nantinya," ucapnya. (Bobotoh.id/RCK)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli