Teranyar

    Mah5utari, Kolektor Kliping Persib Sejak Tahun 1980-an

    14 January 2020 18:36
    Selain History of Persib yang menyimpan banyak data pertandingan serta sejarah Persib bandung dari masa ke masa, ada @Mah5utari yang memiliki kegemaran serupa. 

    Beruntung Bobotoh.id bisa menghubungi Mah5utari untuk melakukan wawancara tertulis/korespodensi. Seperti juga Abah historyofpersib, keduanya tetap ingin tampil dengan akun pseudonim mereka dan menyembunyikan identitas aslinya.

    Ieu Rame Lur:

    Teddy Menyarioskan Peluang Persib Kelola & Jadikan GBLA Homebase

    Persib Sudah Bisa Gunakan GBLA Tapi Sebatas Tempat Latihan


    Salah satu yang menarik dari @mah5utari ini selain di Twitter, ia juga aktif di Facebook dan kerap memposting koleksinya ke grup Galeri Sepak Bola Nasional atau Zona Memori Sepakbola Klasik Indonesia

    "Saya hanya mengumpulkan artikel koran/tabloid/majalah yang saya alami saja, hanya ingin mengenang masa-masa kecil"
    - Mah5utari, Kolektor Kliping Persib Bandung


    Berikut hasil wawancara tertulis disajikan dalam bentuk tanya jawab tertulis melalui e-mail/whatsapp pada hari Senin, 13/1/2020. Tentu ada penyesuaian pada tanda baca, ejaan, dan penulisan lainnya agar mendekati kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI).

    Ieu Rame Lur:

    History of Persib: 21 Tahun Mengumpulkan Data Persib!

    Dapat Perpanjangan Kontrak, Ini Kata Dhika


    1. @mah5utari, koleksi kliping sepakbola anda tampaknya sangat menarik bagi pecinta sepak bola. Seperti harta karun. Sejak kapan mulai menyimpan kliping sepak bola? Tahun berapa?

    Awalnya dulu sewaktu sekolah SD (sekitar tahun 80an akhir-90an awal) kakek dan paman suka membeli koran PR, Tabloid Bola, Majalah Tempo dan lain sebagainya. Mereka mengenalkan sepakbola/persib dari situ. Saya jadi ikut-ikutan membaca, suka, keterusan sampai beli sendiri. Sampai uang jajan kadang habis hanya untuk dipakai buat membeli koran/tabloid/majalah tersebut.

    2. Apa yang membuat anda mula-mula tertarik untuk mengkoleksi beragam informasi itu?

    Suka saja, kadang cuman menumpuk di bawah kolong tempat tidur, atau digunting-gunting disimpan di kertas karton/HVS, dibukukan atau ditempel di dinding. Sudah menjadi kegemaran serta kepuasan anak-anak seperti saya pada waktu itu.

    3. Darimana anda mendapatkan bahan untuk kliping? Apakah dari koran? tabloid? majalah?

    Tabloid Bola/GO/Majalah Sportif yang waktu itu jadi rujukan berita-berita olahraga terutama sepakbola.

    4. Bagaimana cara menyimpan kliping selama ini? Tentunya tidak mudah, apalagi banyak sekali berasal dari era tahun 1990an.

    Saat itu tidak terpikirkan kenapa saya menyimpan, mencatat, membukukan, mungkin hanya sekedar hobi saja. Dulu tak berpikir susah, hanya tinggal simpan atau gunting-gunting foto/gambar/artikel. Terkadang ditulis juga hasil-hasil pertandingan di buku note/agenda (yang hardcover, bawaan kakek dari kantornya yang tidak terpakai).

    Tidak hanya sepakbola (yang saya ingat) ada juga hasil perolehan medali Asian Games Beijing 1990, hasil-hasil lomba Balap Sepeda Tour de ISSI (Indonesia) tahun 1991 per etape, Bulutangkis Piala Thomas/Uber Kuala Lumpur 1992 dan lain sebagainya. Semua dicatat dan potongan koran berisi foto-fotonya saya simpan dibuku notes tersebut.

    Tapi sekarang sebagian besar koran-koran, kliping-kliping dan semua catatan tersebut hilang/rusak.

    5. Apakah di tengah aktivitas sekarang masih ada waktu untuk mengkliping artikel tentang sepak bola?

    Kalau sekarang memang agak sulit membagi waktu dan kesibukan, secara sekarang sudah menjadi orang tua yang mencari nafkah dan mendidik anak-anak di rumah.

    Beruntungnya suatu waktu saya ketemu dengan beberapa teman (di media sosial) yang mempunyai hobi sama, sering sharing bahkan tukar/barter sampai membeli kembali koran/tabloid/majalah yang hilang tersebut walau tidak seberapa banyak dulu yang saya punyai.


    Salah satu kliping berharga milik Mah5utari yang diposting di grup Facebook Zona Memory Sepakbola Klasik Indonesia, 24 Desember 2018: Liga Dunhill I 1994/95 Putaran Pertama Persija-Persib 1-1.

    Salah satu kliping berharga milik Mah5utari yang diposting di grup Facebook Zona Memory Sepakbola Klasik Indonesia, 24 Desember 2018: Liga Dunhill I 1994/95 Putaran Pertama Persija-Persib 1-1. (Foto: IST/Mah5utari)


    6. Bila masih dilakukan, apakah masih menumpulkan kliping dari media cetak?


    Untuk periode tahun 2000-an sampai sekarang mulai jarang membeli, mengumpulkan, karena sudah beda yah passion-nya. Mungkin juga karena era internet dan digitalisasi kurun waktu tersebut sudah bergejala jadi tanpa kita kumpulkan juga gampang mencarinya tinggal buka internet.


    7. Apakah kliping-kliping itu sudah didigitalisasi? apakah di-scan atau direpro menjadi file digital?

    2 tahun terakhir mulai ada 'kesadaran', untuk mendigitalisasi atas saran dan ajakan teman-teman yang punya koleksi juga, karena era tahun 80-90an kan kebanyakan artikel/surat kabar/foto-foto tidak/belum digitalisasi.

    Juga agar koleksi ini jadi abadi/tidak rusak/masih bisa dishare/diceritakan kepada yang mau tahu atau menjadi data yang diperlukan bagi pihak-pihak yang memerlukan. Saya juga merasa masa-masa kecil pas mengumpulkan ini dulu perlu didokumentasikan secara baik, karena memori tersebut saya rasa masa-masa yang begitu menyenangkan.

    Kalau dibagi kepada sesama yang mempunyai hobi yang sama atau orang-orang yang butuh terasa menyenangkan juga.


    8. Di era internet of all things sekarang, bagaimana cara menyimpan tulisan-tulisan tentang sepak bola? dibuat screen capture, convert to pdf atau ada cara lain?

    Kadang cuman difoto saja (bentuk jpg), tapi sejak 'kesadaran' yang diceritakan di atas, mulai disusun dalam satu file PDF.

    9. Pernah ada saran kritik dari keluarga mengenai hobi ini?

    Sering, apalagi sekarang malah ada kebutuhan-kebutuhan anak-anak di rumah yang perlu diutamakan. Karena hobi ini kadang menyita waktu seharian atau secara ekonomis lumayan besar untuk ukuran saya. Makanya kemarin-kemarin itu saat mendigitalisasi kita sempat semacam menggalang dana dari sesama kolektor dan juga yang butuh/ingin mempunyai, karena cukup besar juga biayanya, kalau saya sendiri saya merasa tidak mampu.

    10. Selain Persib, saya juga melihat banyak kliping tim perserikatan atau Galatama. Bila harus dibandingkan, lebih banyak mana? Persib atau klub lain?

    Sama banyaknya, sebenarnya karena dulu tabloid/majalah yang kita kumpulkan beritanya secara nasional, bukan lokal seperti Pikiran Rakyat/Galamedia misalnya yang surat kabarnya beredar di Jawa Barat saja yang mayoritas memberitakan Persib.



    11. Tentang Persib, artikel tertua yang dikumpulkan dari bulan dan tahun berapa, tentang apa?

    Kebanyakan yang saya kumpulkan hanya yang alami saja sejak kecil, karena saya aslinya bukan seorang kolektor atau seorang peneliti yang sampai mencari-cari, jadi saya hanya mengumpulkan yang saya alami saja sewaktu masa saya kecil tersebut.

    Artikel yg saya punya (yang saya ingat) paling tua palingan Majalah Tempo tahun 1985 waktu Persib kalah di Final kedua kalinya lawan PSMS dalam Kompetisi Perserikatan.

    12. Apakah pernah berbagi data yang dimiliki pada pengurus Persib atau Liga?

    Pernah, dengan salah satu karyawan PT PBB. Tapi belum bertemu secara langsung.

    13. Apakah ada rencana membuka semua data yang dimiliki dan dikompilasi menjadi sebuah buku misalnya? Kerjasama dengan HistoryofPersib & Kang Novan? (Novan Herfiyana yang berakun @novanhefiyana. Yang satu ini belum sempat berkomunikasi dengan Bobotoh.id, Red.).

    Wah, kalau untuk turut serta membukukan secara aktif kayaknya tidak/belum bisa, karena keterbatasan waktu, tapi kalau turut membantu memberi data yang saya selama ini sering unggah di medsos tentu turut senang-senang saja bisa ikut terlibat.

    Tapi kayaknya mereka secara data dan koleksi lebih dari saya, bahkan mereka lah rujukan saya dalam kesadaran mendigitalisasi tadi di atas dan juga dalam bertanya/mengklarifikasi sebuah data/berita yang kadang lupa secara memori atau hilang/tak ada dalam data yang saya punyai.

    14. Terakhir: apakah sekarang masih mengkliping artikel sepak bola Indonesia. Kira-kira akan sampai kapan?

    Kalau untuk jaman sekarang sudah beda eranya, yah seperti yang sudah saya bilang di atas, saya hanya mengumpulkan artikel koran/tabloid/majalah yang saya alami saja, hanya ingin mengenang masa-masa kecil saya saja agar tidak hilang ingatan hal yang menurut saya menyenangkan tersebut.

    Jadi saya hanya mencari-cari data yang berhubungan dengan masa-masa tersebut saja. Kadang tiba-tiba ada ingatan/memori yang saya ingat tapi data/kliping nya kurang/tidak ada, nah saat itu juga mulai mencari-cari.

    Kalau sudah mentok paling gampang kalau dari sini yah ke Perpustakaan Nasional Salemba Jakarta Pusat tempat koleksi koran/surat kabar/tabloid/majalah lama terlengkap di negeri ini. Di sana itu sudah seperti 'surga' bagi pecinta artikel/berita masa era tahun 80-90an (bahkan semua era) seperti saya. (Bobotoh.id/RCK. Foto: IST/@mah5utari)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli