Teranyar

    Match Fixing, Polisi Sudah Menyakuan Banyak Bukti

    25 January 2019 16:15
    Polisi mengaku sudah memiliki banyak bukti hasil penyidikan satgas Anti Mafia Bola terkait pengaturan skor di Liga 2
    Vigit Waluyo menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim. Wakasatgas Anti Mafia Bola Brigjen Pol Krishna Murti yang memimpin pemeriksaan langsung, mengaku pihaknya telah mengantongi banyak bukti.

    "Kita sudah punya data untuk membongkar, saat ini kisi-kisinya tinggal dua. Banyak sekali data yang kita punya terkait apa yang terjadi di Liga 2," ujar Krishna seperti dilansir Detik,com, Kamis kemarin (24/1/2019).

    Ieu Rame Lur:

    Dituding Terlibar Pengaturan Skor Oleh Vigit Waluyo, Ini Bantahan Kalteng Putra!

    Rumor 'Jadian' Lagi Dengan Persib, Atep : Nomor Saya Kan Sudah Dipakai!

    Sementara atas kasus yang menjerat Vigit, Krishna mengatakan hal ini tidak hanya terkait kasus PSMP Mojokerto saja. Namun juga pengembangan dari Dwi Irianto.

    "Saudara VW sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan kita memang sudah menemukan hal-hal yang membuktikan bahwa dia terlibat dalam jaringan yang merusak persepakbolaan Indonesia"
    - Brigjen Pol Krishna Murti, Wakasatgas Anti Mafia Bola


    "Ini pengembangan dari Dwi Irianto bukan cuma Mojokerto dan lain-lainnya banyak. Ada banyaklah, tapi VW (Vigit Waluyo) dulu ya," lanjutnya.

    Ieu Rame Lur:

    Meski Meraos Sakit, Atep Tetap Cinta Persib!

    Digelari 'Legend', Eka: Ada Mantan Pemain Yang Lebih Pantas

    Tak hanya telah menetapkan Vigit sebagai tersangka, Krishna menyebut pihaknya telah menemukan beberapa hal terkait keterlibatan Vigit dalam kasus mafia ini.

    "Saudara VW sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan kita memang sudah menemukan hal-hal yang membuktikan bahwa dia terlibat dalam jaringan yang merusak persepakbolaan Indonesia," imbuhnya.

    Sebelumnya, Vigit telah menjalani hukuman atas kasus korupsi PDAM Sidoarjo. Dia mendekam di rutan kelas 1A Sidoarjo. Namun, Vigit dibawa ke Mapolda Jatim untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus pengaturan skor.

    "Kita sudah koordinasi dengan Kemenkumham, Dirjen Lapas untuk diperiksa di Polda Jatim," pungkasnya. (Bobotoh.ID/RCK. Sumber: Detik)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli