Teranyar

    Mati Terdampar, Paus Sperma Perutnya Dipenuhi Sampah Plastik!

    21 November 2018 11:03
    Seeekor bangkai ikan pasu sperma terdampar di Pulau Kapota Sulawesi Tenggara. Penyebab kematian belum diketahui, tapi dari hasil penelusuran, pada bangkai ikan raksasa tersebut ditemukan banyak sampah plastik!
    Seeekor bangkai ikan pasu sperma terdampar di Pulau Kapota Sulawesi Tenggara. Penyebab kematian belum diketahui, tapi dari hasil penelusuran, pada bangkai ikan raksasa tersebut ditemukan banyak sampah plastik!
    Seekor bangkai paus sperma (Physeter macrocephalus) ditemukan terdampar di Pulau Kapota, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil identifikasi tim dari Balai Taman Nasional Wakatobi, di dalam perut bangkai paus tersebut ditemukan banyak sampah plastik, kayu, dan karet.

    Staf World Wildlife Fund (WWF) menemukan bangkai paus tersebut di Pulau Kapota, Senin lalu, 19/11/2018 pada pukul 08.00 WITA. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wakatobi Wilayah I Wangi-Wangir.

    Ieu Rame Lur:

    Pernikahan Bisa Menambah Motivasi Henhen

    Begini Respon PSSI Terkait Isu Match Fixing

    Kemuddian tim Taman Nasional bersama WWF, dan tim dosen Akademi Komunikasi Kelautan dan Perikanan (AKKP) Wakatobi, datang ke lokasi penemuan bangkai paus sepanjang 9,5 meter dan lebar 4,37 meter itu. Saat tim datang ke lokasi, bangkai sudah mulai membusuk. Namun, penyebab kematian belum teridentifikasi.

    "Hasil identifikasi tim menemukan berbagai sampai di dalam perut paus tersebut. Di antaranya, yaitu gelas plastik seberat 750 gram (115 buah), plastik 140 gram (19 buah), botol plastik seberat 150 gram (4 buah), kantong plastik seberat 260 gram (25 buah)."




    Ieu Rame Lur:

    Mungkinkah Radovic Jadi Pelatih Persib? Ini Kata Manajemen...'

    Tagar #FacebookDown & #InstagramDown Menggema Di Twitter


    Selain itu juga ada sampah kayu seberat 740 gram (6 potong), sandal jepit dua buah dengan berat 270 gram), karung nilon seberat 200 gram (1 potong), dan tali rafia seberat 3,2 kilogram (lebih dari 1.000 potong). "Total sampah mencapai 5,9 kilogram" ujar Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi Heri Santoso dalam keterangannya, seperti dilansir Tempo.co Selasa, 20/11/2018.

    Bangkai paus tersebut dikubur Selasa kemarin, di sekitar Pantai Kolowawa, DesaKapota Utara. Menurut Heri, penguburan akan dilakukan saat air pasang untuk memudahkan menarik bangkai paus tersebut ke darat.(Bobotoh.id/RCK. Foto: Facebook Wido Supraha)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli