Teranyar

    Menanggung Bencana Dengan Pohon Semiliar

    19 January 2021 09:54
    Menurut Titi Bachtiar, salah seorang dari Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) ini, menghadapi fenomena pemanasan global atau yang dikenal sebagai Global Warming ini, harus dilakukan secara bersama-sama umat sedunia dengan menanam pohon.
    JRÉNG! Isu Global Warming seperti ingin menegaskan lagi warga Planet Bumi perkara keberadaannya dengan maraknya fenomena bencana alam di berbagai belahan dunia, termasuk di daerah yang tak jauh dari kita. Bencana banjir, longsor dan sarupaningnya kerap kita terima kabar beritanya.

    Belum lama, di awal-awal bulan ini juga kita dikejutkan peristiwa tanah longsor di kawasan pemukiman Cimanggung, Kab. Sumedang. Bada asar longsor menggolosor setelah kawasan itu diguyur hujan.

    Tragisnya, beberapa korban di antaranya adalah para aparat dan petugas rescue. Ketika mereka sedang melakukan evakuasi, bada magrib longsor susulan dengan ujug-ujug menerjang.

    Dan jumlah korban pun melonjak. Sampai tulisan ini ditayang tercatat sedikitnya ada 32 orang meninggal dunia dan 8 korban masih dinyatakan hilang. Belum lagi kerugian moroil materil.

    Longsor di Cimanggung rupanya tersebab adanya pelapukan bebatuan. Begitu amatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementrian ESDM.

    Sementara itu lapisan tanahnya yang tidak banyak tegakan pohon tak sanggup lagi meresapkan air hujan, lalu pelapukan itu menggelincirkan batu dan meruntuhkan tanah. Burusut aja!

    Sementara di hari-hari yang sama, kawasan kota pun tak urung dilanda luapan air sungai yang menggenangi beberapa kawasan. Di kota banjir cileuncang marak menggenang, di perdesaan banjir bandang menerjang.

    Fenomena bencana alam ini sudah seperti tradisi saja, sampai-sampai disebut-sebut ada bencana bulanan, tahunan dan musiman. Kalau sampai timbul istilah-istilah tersebut berarti kita sebagai penghuni alam ini memang abai dalam memelihara kenyamanan termal di planet ini.

    Padahal, menurut Titi Bachtiar, salah seorang dari Kelompok Riset Cekungan Bandung (KRCB) ini, menghadapi fenomena pemanasan global atau yang dikenal sebagai Global Warming ini, harus dilakukan secara bersama-sama umat sedunia dengan menanam pohon.

    Rimbun pohon bisa meneduhkan dan menurunkan suhu. Belum lagi proses asimilasinya menghasilkan oksigen yang sangat kita butuhkan. Akarnya pun bisa mengikat rekat tanah dan menyerap air sehingga air tanah tidak
    menggelontor begitu saja.

    “Cukup itu saja dulu,” kata Titi. (Bobotoh.id/Adiraksanagara)

    bencana longsor
    Bencana banjir, longsor dan sarupaningnya kerap kita terima kabar beritanya.