Teranyar

    Mendukung Tanpa Batas Hukuman Komdis

    10 October 2018 17:01
    Full time, Persib menerima kekalahan pertama di Stadion Batakan. Marah, Kecewa dan tak kuasa menahan hati untuk menyalahkan federasi serta pihak-pihak yang dianggap mengambil keuntungan dari keadaan ini serta dirasa gagal menegakkan keadilan. Bukan hanya saya, mungkin semua yang mencintai klub ini merasakan hal yang sama.

    Kehilangan banyak pemain inti, terkena akumulasi, tak diperbolehkan bermain di kandang sendiri, tak diizinkan mendapat dukungan, interpreter pelatih tak boleh memasuki lapangan serta sanksi lain yang dirasa memberatkan. Semua itu menjadi sorotan yang perlu Persib tanggung. Berat ? Sulit ? Tentu, seperti yang pernah pelatih katakan sebelumnya, klub manapun di Dunia yang menghadapi situasi maupun kondisi serupa pasti akan kesulitan.

    Dan akhirnya, hal itu menjadi kenyataan, langkah pertama Persib dengan semangat melawan kemustahilan harus berakhir dengan kekalahan. Persib terlihat kesulitan dan kesusahan. Hal berbeda dengan tim lawan yang tampil dengan komposisi dan kondisi terbaik serta terlihat lebih dominan. Tapi yang perlu digaris bawahi bahwa semua pemain mampu memberikan perlawanan, mampu merepotkan dan memberikan seluruh kemampuan demi sebuah kemenangan.

    Tidak sepantasnya kita menyalahkan para pemain karena mereka sudah berjuang demi lambang di dada. Sudah seharusnya kita terus memberikan dukungan dan kepercayaan bagi mereka yang telah berjuang. Mari kita sikapi secara dewasa dan tetap positif, karena ini bukanlah akhir.

    Hari ini berakhir dengan kesedihan, tapi bukan berarti pertandingan selanjutnya akan mengalami situasi yang sama. Semua tentang proses, semua tentang pembelajaran dan semua tentang perjalanan untuk menjadi yang terdepan.

    Mari bersama menjadi bobotoh yang dewasa dan santun, yang bukan hanya memberikan dukungan ketika mendapat kemenangan, tapi juga tetap memberikan dukungan saat mengalami kekalahan.

    Beberapa orang mungkin sedang tertawa atas apa yang Persib alami saat ini. Tapi percayalah, jika Allah sudah menetapkan bahwa tahun ini Persib Juara, mereka yang tertawa dan telah menyusun rencana sedemikian rupa bisa apa ?

    Kita mungkin saat ini hingga musim nanti tidak diperkenankan memberikan dukungan secara langsung, tapi kita tidak pernah dilarang untuk memberikan dukungan melalui do’a. Selalu percaya, bahwa Allah selalu punya cara yang indah. Dan semoga, asa Juara tetap terjaga dengan iringan do’a kita hingga nanti gelar Juara itu menjadi nyata.*

    *Penulis adalah seorang bobotoh asal Lembang bernama Syafi'i Ridwan K dengan akun Instagram @Syafiirdwan

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli