Teranyar

    Menoong Bumi Ageung Cikidang, Rumah Tua Sarat Sejarah Perjuangan

    15 November 2018 10:01
    Bumi Ageung Cikidang, salah satu benda cagar budaya nasional yang sarat kenangan dan sejarah perjuangan
    Bumi Ageung Cikidang, rumah kuno berusia ratusan tahun yang menyimpan sejarah dan kenangan masa perjuangan menegakkan Republik Indonesia
    Bagi Bobotoh yang berdomisili di Cianjur tentunya dengan tidak merasa asing dengan Bumi Ageung Cikidang. 'Bumi Ageung Cikidang' atau Rumah Besar Cikidang adalah rumah milik Bupati Cianjur Raden Adipati Aria Prawiradiredja II.

    Ia adalah Bupati Cianjur yang ke-10 dan menjabat bupati selama 48 tahun dari kurun 1862-1910. Bumi Ageung Cikidang ini dibangun tahun 1886 atau 132 tahun lalu, yang semula diperuntukkan untuk rumah peristirahatan. Letaknya tidak jauh dari rumag dinas bupati atau pendopo.

    Ieu Rame Lur:

    Mangprang Sore: Kontrak Gomez, Nama Baru, Tahura Djuanda

    Antisipasi Ledakan PSIS Semarang Di Kandangnya!

    Pada tahun 1910 rumah ini diwariskan pada putri tunggalnya, Raden Ayu Tjitjih Wiarsih yang dikenal dengan nama Juag Tjitjih. Oh iya, 'Juag' adalah sebutan untuk bangsawan perempuan, sedangkan 'Juragan' adalah sebutan untuk bangsawan atau menak laki-laki.

    Rumah ini menjadi saksi bisu perjuangan bangsa Indonesia untuk lepas dari penjajahan bangsa asing. Rumah ini menjadi saksi perumusan pembentukan tentara PETA (Pembela Tanah Air) oleh K.H. Abdullah bin Nuh dan Gatot Mangkoepradja di tahun 1943-1945.



    Karena menjadi salah satu basis tempat berkumpul para pejuang kemerdekaan, rumah ini kerapkali menjadi sasaran bom tentara Jepang dan Belanda. Akibatnya beberapa kali rumah ini mengalami renovasi karena kondisinya yang nyaris hancur.

    Ieu Rame Lur:

    Kembali Diduetkan dengan Eze, Gomez Puji Patrich

    Ingin Menang Menglawan PSIS? Bojan Ungkap Dua Kuncinya....

    Pada 9 Agustus 1949 rumah ini menjadi saksi bisu peristiwa penyerahan kekuasaan Belanda kepada tentara Republik wilayah kota Cianjur.

    "Rumah yang sarat dengan sejarah ini sekarang menjadi Benda Cagar Budaya Nasional yang disahkan oleh SK Menbudpar. Untuk perawatan dan pelestariannya rumah ini menjadi rumah sekaligus museum ini dilakukan oleh keluarga dari generasi ke-5."


    Di dalam rumah ini Bobotoh bisa melihat berbagai benda yang umurnya sudah ratusan tahun. Mulai foto, meubel, peralatan makan dan cangkir porslen dengan cetak foto mendiang wajah bupati dan istrinya, berbagai hiasan dinding dan lainnya.

    Bobotoh juga bisa melihat dan menyaksikan berbagai macam pahatan kayu ornamen geometris yang rapi dan presisi. Selain itu terdapat alat-alat musik, terutama kecapi suling. Di mana kita mengenal genre Cianjuran atau mamaos.

    Mamaos ini diciptakan RAA. Koesoemaningrat (Bupati Cianjur ke-9 1834-1862), ayah RAA Prawiradiredja II.

    Hingga kini Bumi Ageung Cikidang pun digunakan untuk berkegiatan oleh mda-mudi Cianjur. Terakhir kali pada bulan Oktober 2018 lalu dijadikan tempat perhelatan Creaticity atau Festival Kreatif Cianjur. (Bobotoh.id/RCK. Foto: Dok. Bumi Ageung Cikidang)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli