Teranyar

    Momentum: Merindu (Gomez & Bauman) Itu Berat...

    12 March 2019 15:15
    Persib sedang mencari momentum kebangkitannya setelah ditinggal Gomez dan Bauman. Bisakah mendapatkannya kembali?
    Musim berganti, pelatih berganti demikian halnya komposisi pemain PERSIB. Pasca (dipaksa) menerima kenyataan berada di posisi ke-4 pada akhir kompetisi kamari. Sebuah hasil dan pencapaian yang teramat baik dan diluar ekspektasi apalagi setelah banyak diintervensi jurig mafia bola.

    Abah Gomez juga (dipaksa) out demikian halnya dengan reng-rengan argentinaisme-nya. Pro dan kontra hadir mengiringi keputusan tersebut terutama menyangkut Aa Bauman. Aa Bauman adalah tendem hade buat King Eze.

    Ieu Rame Lur:

    Persib 2X Melendoy Di Piala Presiden, Ini Kata Dado

    Lolos Di Piala Indonesia & Melenoy Di Piala Presiden, Ini Kata Miljan

    Skillnya mantul, screening dan ball keepingnya hade, setuhan tak usah ditanya, komo penampakan mah, Dilan ge lewat. Musim 2018 memang sudah usai, namun masih menyisakan turnamen Piala Indonesia dan kini Piala Presiden. PERSIB mengarungi keduanya dengan atmosfir baru.

    "Tak jarang sebuah tim (pemain, manajemen hingga pelatih) gagal, mengalami tekanan yang berlebihan dalam menyikapi dukungan supporter tersebut hingga akhirnya kehilangan momentum."
    - Riky Arisandi, Bobotoh


    Sang professor nu tadina Direktur Teknik naik jabatan jadi Coach. Meski minim pengalaman dan jauh dari nama besar siga Abah Gomez, Radovic menjanjikan sebuah asa bagi era baru PERSIB. Comeback sama mantan memang rasanya sesuatu banget ya. Tapi nyatanya harapan mah ngan harapan…

    Ieu Rame Lur:

    Hal Ini Yang Menyieun Dado Rindu Suasana Pertandingan

    Lawan Perseru, Persib Buka Kemungkinan Rotasi

    Radovic terkesan minim strategi, monoton dan scouting player yang buruk. Kita tengok statistik PERSIB di bawah Radovic. Dari 6 pertandingan yang telah dilalui, PERSIB hanya sekali menang, 3 kali seri dan 2 kali kalah. Persib memasukan 13 gol dan kebobolan 8. Mun jaman Abah Gomez kumaha?

    Di 6 pertandingan awal, PERSIB 2 kali menang, 2 kali kalah dan 2 kali seri. Memasukan 10 gol dan kebobolan 9 gol. Di dua laga awal ieu, PERSIB dinahkodai oleh Soler selaku asisten pelatih (dan penerjemah) karena Gomez masih di Argentina.

    Jikalau komparasi tersebut tidak apple to apple, maka 6 pertandingan awal PERSIB yang benar-benar di tangan Abah Gomez (mulai pekan ke-3), maka PERSIB mencatatkan 4 kalikemenangan, sekali seri dan sekali kalah. Memasukan 13 gol dan kebobolan 5 gol. Statistik di awal musim Radovic jelas jauh dibawah Abah Gomez!

    Selain itu, poin penting yang membedakan Radovic dan Abah Gomez adalah scouting atau pemilihan pemain. Radovic dinilai blunder dalam merekrut Lopicic. Lopi dinilai sudah uzur untuk mengarungi kompetisi ketat dan target pencapaian prestasi tertinggi bersama PERSIB.

    Meski mencetak gol saat melawan Persiwa, Lopi dinilai terlalu lambat, visi bermain yang biasa wae serta seolah bermain di bawah form. Hasilnya ya katebak. Meski Lopi masih dibela oleh Radovic, gelombang protes bobotoh tetap membahana. Komo dari segi permainan tim, PERSIB ayeuna mudah katebak, monoton dan membosankan.

    Beda jeung jaman Abah Gomez. Ia berani mencoret Essien demi seorang Aa Bauman. Belum lagi rekrutan yang terkesan saayana seperti Ghozo dan Ardi nyatanya memberikan impact yang melampaui ekspektasi bobotoh bahkan menggeser pemain senior sekelas Lord A7ep.

    Permainan PERSIB pun terkesan menjanjikan, dinamis dan compact baik dalam menyerang maupun bertahan. Tak melulu mapay gawir. Ngan eleh ku mafia hungkul.

    Liga memang belum dimulai, Piala Indonesia masih akan diarungi sedangkan Piala Presiden ya bobotoh relakan saja. Memang masih prematur untuk memunculkan tagar #radovicout tapi nyatanya kian hari PERSIB asa beuki menurun dan mengecewakan.

    Sanksi dicabut tapi perihnya masih tersisa. Persis ketika Dilan liat Milea lagi sama Yugo…

    Eze seolah kehilangan taji karena ketiadaan tandem yang mumpuni. Vizcarra memang menjanjikan, tapi secara gamplay belum seenak Aa Bauman. Vizcarra lebih enak main ditengah, free role semodel In Kyun, bukan sebagai Second Striker. Musim lalu Aa Bauman mencetak 12 gol dan 6 assist dalam 26 pertandingan.

    Musim ini pun di Kedah FA, Aa Bauman udah bikin 1 gol dari 4 pertandingan yang dijalaninya. Merindu itu memang berat. Komo kerinduan bobotoh akan permainan cantik PERSIB. Mungkin inilah momentum bagi PERSIB.

    Dukungan supporter yang besar terhadap sebuah tim tak jarang diartikan sebagai dua mata pisau. Di satu sisi dukungan tersebut adalah suntikan moral (dan finansial) bagi sebuah tim. Menjadi pemain ke-12 yang selalu mengiringi setiap pertandingan tim.

    Atau di sisi lain menjadi tekanan yang luar biasa besar bagi sebuah tim untuk memperoleh prestasi. Tak jarang sebuah tim (pemain, manajemen hingga pelatih) gagal, mengalami tekanan yang berlebihan dalam menyikapi dukungan supporter tersebut hingga akhirnya kehilangan momentum.

    Sulit mendefinisikan momentum secara ilmiah, namun yang jelas momentum berarti sebuah kemampuan dan kekuatan yang tidak terlihat, hanya bisa dirasakan, dan sebenarnya lebih bersifat psikologis atau mental dibandingkan aspek teknis.

    Momentum merefleksikan penampilan kesebelasan, pemain, pelatih, bahkan penonton.

    Dalam ilmu psikologi, momentum lebih berupa rasa percaya diri atau sebaliknya minder. Contohnya adalah ketika di pagi hari kita sudah kesal dengan kemacetan di Kota Bandung komo lamun aya motor seseleket sabari gurang-gerung, maka sampai malam pun biasanya kita akan merasa kesal atau cenderung bad mood.

    Hal ini terjadi karena dalam periode waktu yang lebih panjang, akan memberikan dampak buruk bagi kondisi mental kita.

    Jika seseorang konsisten memiliki tingkat mental yang negatif, maka ia akan lebih sedih atau mudah marah, lebih mudah sakit, dan berumur lebih pendek. Begitupun sebaliknya. Hingga pada akhirnya mental akan memengaruhi fisik.

    Contoh nyata mental mempengaruhi fisik misalnya kehadiran seorang Coach yang handal di pinggir lapangan akan membuat pemain lebih percaya diri dan cenderung lepas dalam bermain. Tengok beda permainan PERSIB ketika masih ditangani Soler dan ketika Abah Gomez datang! Maen make getih.

    Bagi tim sekelas PERSIB, rasa percaya diri dan mental yang kuat juga akan tumbuh atau tenggelam jika mengalami rentetan hal baik maupun hal buruk. Oleh karena itu, idealnya PERSIB (pemain, pelatih, manajer hingga suporter) melakukan evaluasi dan perubahan. Perubahan tersebut akan meningkatkan kemungkinan perubahan momentum meskipun tidak menjamin 100 persen.

    Kini PERSIB seolah kehilangan (dan sedang mencari) momentum tersebut. Adalah tugas kita para BOBOTOH untuk terus mendukung dan memberikan suntikan moral bagi pemain, pelatih, hingga manajemen PERSIB. Jangan biarkan momentum buruk berkepanjangan. Kita bangkitkan kepercayaan diri pelatih (siapapun dia) dan para pemain. Kita bangkitkan MAUNG dari tidurnya. Kita sambut momentum kebangkitan PERSIB.

    Inilah saatnya membuktikan kecintaan kita pada PERSIB melebihi rasa rindu kita pada Abah Gomez dan Aa Bauman. Dapatkan momentum itu. Kembalilah mengaum. Bangkit.

    Prung geura tarung. We are stay behind you…. Semoga Allah meridhoi… (Bobotoh.id/RCK. Foto: AH)


    Ditulis oleh Riky Arisandi, seorang ayah yang mewariskan kecintaanya pada PERSIB ke Muhammad Yashvir Arisandi dan Nazneen Yasheera Arisandi.

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli