Teranyar

    Napak Jagat Pasundan Miang Tandang Mengangkat Kearifan Lokal Jawa Barat

    6 April 2021 23:31
    Suasana jumpa pers program Coklat Kita Napak Jagat Pasundan di Saung Angklung Udjo, Padasuka, Bandung, Selasa (6/4/2021). (BobotohID/AH)
    Program Coklat Kita NJP 'Miang Tandang' tetap menghadirkan latar belakang Sanggar Napak Jagat Pasundan yang dimiliki oleh mang Junjun dengan Alo Prima Ramadhan, serta Reva Widi yang ditemani sahabat mang Junjun. Mereka semua membantu mengurus sanggar selama mang Junjun berkeliling Jawa Barat menggali kearifan lokal.







    Coklat Kita kembali menghadirkan program Napak Jagat Pasundan (NJP) ditahun 2021 dengan mengusung tema ‘Miang Tandang’. Sebelumnya NJP ditahun 2020 mengusung tema ‘Ngaguar Budaya Urang’ dan menjadi wadah apresiasi bagi penggiat seni khususnya seni tradisi dengan menghadirkan seniman-seniman tradisi daerah untuk menunjukkan garapan dan kreasi mereka.

    Ditahun 2021 yang masih pandemi ini, program Coklat Kita NJP 'Miang Tandang' tetap mengikat unsur kebudayaan Jawa Barat dan kali ini akan dikemas jauh lebih baik dari tahun sebelumnya dengan pengembangan setiap episodenya yang dibagi menjadi 3 kali tayang dalam seminggu yakni Senin, Rabu dan Sabtu pukul 20.00 WIB di Youtube Channel Napak Jagat Pasundan Official yang akan mulai di pertengahan bulan April hingga bulan Desember 2021 mendatang. 

    "Untuk tema tahun ini 'Miang Tandang', sebetulnya rangkaian dari tahun 2020 sampai tahun 2021, jika diartikan secara luas kita harus maju, bergeser untuk ngigel (joget) atau tampil, jadi tidak boleh terpuruk dengan keadaan sekarang,” ujar perwakilan Coklat Kita, Andri Yuliandri dalam konferensi pers di Saung Angklung Udjo, Jalan Padasuka, Kota Bandung, Selasa (6/4/2021).

    “Kita harus tetap mempunyai suatu cita-cita dengan tujuan, yang mana semua orang tahu tahun sekarang adalah tahun yang serba susah, tapi kita tidak boleh terpuruk dengan keadaan, kita harus tetap untuk mempunyai suatu tujuan, kita harus tetap maju. Itu dasarnya kita ngambil tema 'Miang Tandang'," tegasnya.

    Program Coklat Kita NJP 'Miang Tandang' tetap menghadirkan latar belakang Sanggar Napak Jagat Pasundan yang dimiliki oleh mang Junjun dengan Alo Prima Ramadhan, serta Reva Widi yang ditemani sahabat mang Junjun. Mereka semua membantu mengurus sanggar selama mang Junjun berkeliling Jawa Barat menggali kearifan lokal.

    Menurut Andri, yang membedakan program NJP tahun lalu dan sekarang adalah pada konten kearifan lokal yang ingin mereka kedepankan.

    "Di tahun sekarang ini yang jelas kami angkat mengangkat satu kearifan lokal di masing-masing kota. Secara khusus yang mana, kearifan lokal akan betul disaksikan dan diketahui khalayak ramai," terangnya. 

    Kearifan lokal yang dimaksud di antaranya Cepot 'Dalang Bhatara Sena Sunandar Sabda Palon Giriharja 3' dan 'Yogaswara Sunandar Giriharja 3 Putra'.

    Sementara untuk konsep tahun ini ada yang beda dari tahun sebelumnya, dimana kali ini menambah dua konten tambahan namun konsep yang sebelumnya masih sama berjalan. 

    Konten yang pertama Ngadubako dan Kamonesan, bersama sanggar/paguron/lingkung seni daerah dengan mendatangkan Duta NJP seperti Ega Robot, Mpap Gondo, Iman Jimbot, dan Bob Ryan. Serta mendatangkan duta Motivator seperti Doel Sumbang, Sandrina (IMB), Ohang, dan Mang Saswi.

    Konten kedua adalah konten flog kearifan lokal Jawa Barat yang di pandu oleh Mr. Jun dan Aep Bancet yang mengangkat tentang Kuliner Khas, cagar budaya dan lainnya.

    Selain itu, Coklat Kita NJP juga menambah talent yang terlibat, seperti Mansur Angklung, Edi Brokoli, Ronal Surapradja, Risa Saraswati, Asep Balon, dan Fiksi, seta bintang tamu lainnya yang didampingi narasumber Kasundaaan, seperti Budi Dalton, Ira Indrawardana, Lili Supardi, dan Robby Maulana Zulkarnaen.

    "Sebenarnya kalau kita bicara konsep awalnya kita melakukan perkembangan dari program kita sebelumnya, NJP 'Ngumbaran', nah pasti harus ada penambahan bumbu agar orang yang melihatnya tidak monoton. Kita juga masih menjalankan seperti yang sebelumnya, talkshow dengan narasumbernya, mendatangkan temen-temen sanggar dari daerah di 13 Kota/Kabupaten Jawa Barat,” ujar pelaksana event Coklat Kita NJP, Agus Prayoga dari EO Enam Communication (6 CC).

    “Cuman kita ada penambahan dua konten acara, pertama Ngadubako dan Kamonesan, yang kedua kita punya kegiatan yang mengangkat kearifan lokal, jadi kegiatan ngeflog lah, jadi kita ingin mengangkat bahwa Jawa Barat ini lahir dengan kearifan lokal baik dari kuliner, cagar budaya, situs dan sebagainya. Dan kita ingin mengangkat itu," tambah Yoga, sapaan akrabnya.

    Yoga pun berharap dengan adanya program Coklat Kita NJP ‘Miang Tandang’ bisa menjadi wadah pengobat rindu para pelaku dan penggiat seni kebudayaan Tatar Sunda ditengah pandemi yang serba dibatasi untuk melakukan kegiatan.

    "Semoga dengan program Miang Tandang bisa menjadi wadah dan pengobat rindu para pelaku dan penggiat seni kebudayaan Tatar Sunda. Kalau bukan kita yang notabene warga Jabar yang melestarikan, harus siapa lagi?," tandasnya.

    Sementara itu Duta NJP, Ega Robot menyebutkan bahwa Coklat Kita NJP ‘Miang Tandang’ merupakan wadah kreasi para seniman lokal yang mau tidak mau harus memilih dunia virtual untuk melakukan kegiatan tanpa mengumpulkan massa.

    "Ini menjadi wadah kreasi para seniman lokal, saat ini para seniman dituntut untuk lebih kreatif untuk bisa di lihat kreasinya di khalayak ramai tanpa harus mengumpulkan massa. Saat ini dunia virtual menjadi pilihan yang mau tidak mau para seniman di tuntut untuk melakoninya," papar Ega.

    Dalam kesempatan itu hadir juga Duta Motivator, Sandrina yang turut serta untuk pertama kalinya di program Coklat Kita NJP ‘Miang Tandang’, dirinya merasa bahagia dalam keterlibatannya.

    "Senang banget tentunya, ini pertama kali jadi duta motivator. Senang karena bisa sharing bagaimana bisa berkarya di masa pandemi," ujar Sandrina. (BobotohID/AH)