Teranyar

    Ngamumule Budaya Sunda Dengan Usung Musik Etnik !

    25 November 2021 09:35
    Untuk tayangan kali ini NJP berkolaborasi dengan komunitas ECB yang bergerak di jalur kontemporer di Jawa Barat dengan tema yang diusung 'Ethnotic'.
    "Kami hadir sejak 2017 dan menghadirkan konsep musik kontemporer yang waktu itu belum ada di Bandung, kami pun ingin turut berkontribusi untuk bisa ngamumule budaya Sunda." 
    - Erlan Suwardana, komunitas Ethnic Creative Base (ECB)





    Di akhir tahun 2021 ini, Coklat Kita Napak Jagat Pasundan (NJP) akan menghadirkan sesuatu yang berbeda. NJP akan menyuguhkan gelaran anyar. Coklat Kita Napak Jagat Pasundan Ethnotic bareng Komunitas Ethnic Creative Base (ECB).

    Rencananya akan tersaji sebanyak 13 episode mulai Desember 2021 sampai Februari 2022 dan tayang setiap Rabu jam 20.00 WIB di YouTube Channel Napak Jagat Pasundan Official.

    Erlan Suwardana, perwakilan dari komunitas ECB sangat berterimakasih kepada pihak Coklat Kita dengan Program NJP -nya, juga promotor 6CC yang telah memberikan ruang yang begitu luas bagi pihaknya untuk tampil memberikan suguhan menarik ini.

    "Kami ingin berkontribusi untuk bisa ngamumule budaya Sunda," terang Erlan begitu sumringah, saat sesi konferensi pers di Studio Minuz Productions, Jalan Bojong Koneng Atas No 90 C, Rabu (24/11/2021).



    Ceuk Erlan, ECB akan menampilkan 15 grup, yakni Lingga Angling, Setiawan Ethnic, Mangasira, Wipper Production, Adit n Friends, Kyai Fatahillah, kunstmachi, Ramida, Jaya Swara, Java Ethnic, Pandita Mukti, Ethnoptogresive, Discoethnic, Sambasunda, dan Idea Percussion.

    Perwakilan EO 6CC, Agus PR Yoga, bilang untuk tayangan kali ini NJP berkolaborasi dengan komunitas ECB yang bergerak di jalur kontemporer di Jawa Barat dengan tema yang diusung 'Ethnotic'.

    "Tema Ethnotic yang dihadirkan sekaligus juga ingin memberikan edukasi dengan mengguar tentang filosofi yang ada dalam alat musik tradisional Sunda seperti kecapi, tarawangsa, gamelan dan sebagainya," jelasnya bangga.

    Seperti biasa NJP juga tetap merangkul sanggar atau paguron di daerah dalam konsep gerak. Suguhannya berupa kolaborasi antara musik yang dibawakan oleh ECB dan gerak (tari/pencak) dari sanggar atau pencak silat dari padepokan dengan membawakan lagu Sunda buhun dengan aransemen unsur ethnic moderen.

    Ceuk Yoga, suguhan konsep anyar ini akan semakin lengkap dengan hadirnya berbagai nara sumber mumpuni, baik dari akademisi maupun praktisi.

    Nanti kami akan hadirkan Ismet Ruchinat (Ismet Samba Sunda), Lili Suparli, Ade Rudiana, Iwan Gunawan, Suhendi Adriyanto, Asep Nata, Boyke Snooker, bahkan hingga musisi kawakan Tohpati.

    Dan, perwakilan Coklat Kita Andri Yulandri menjelaskan, kalau keputusan untuk mengusung musik etnik di gelaran NJP kali ini setelah melakukan perbincangan dengan ECB dan EO 66CC.

    "Musik etnik itu tidak ketinggalan zaman. Dan kami ingin membuat booming lagi musik etnik di dalam negeri," ujar Andri.

    Apalagi musik etnik asal Jawa Barat kadang tidak begitu terekspose di dalam negeri, tapi bisa booming di luar negeri. Tambah Andri, suguhan nanti tidak hanya menyuguhkan musik etnik saja. Akan, ada kolaborasi dengan sanggar dari 13 kota. Andri sangat yakin, suguhan ini mampu mengangkat musik etnik lebih semarak dan dimumule.

    Jelasnya lagi, seperti di perjalanan Coklat Kita NJP Miang Tandang yang menghadirkan narasumber dan bintang tamu seperti Budi Dalton, Ira Indrawardana, lili Supali , Sule, Doel Sumbang, Ronal Surapradja, Dadan Sunandar, Manshur Angklung, hingga Asep Balon, episode Ethnotic dipastikan tidak akan kalah gebyar.

    Bahkan sebagai bumbu tambahan yang menggambarkan kalau orang Sunda tidak lepas dari candaan dan humornya, maka sketsa NJP masih tetap diusung dengan tetap menampilkan para seniman dan komedian Sunda seperti Ceu Popon, Aman-Amin (Kiansantang), Aep Bancet (Preman Pensiun), dan tokoh Cepot (wayang golek) yang dimainkan anak maestro dalang Asep Sunandar Sunarya, yaitu Bhatara Sena Sunandar dan Yogaswara Sunandar.



    "Selain tema berbeda , NJP juga berusaha memberikan warna yang berbeda pula dari tayangan sebelumnya. Dengan visual tayangan yang lebih menarik dan kekinian," jelas Andri lagi.

    Sehingga diharapkan bisa menjadi tontonan dan tuntunan serta inspirasi bagi generasi muda dalam berkarya terutama yang berkecimpung di ranah musik kontenporer khususnya dan di ranah kesenian tradisional Sunda umumnya.

    Yang jelas, NJP ingin memberikan ruang bagi komunitas atau grup kontemporer untuk bisa mengapresiasikan dan menampilkan karya mereka di panggung NJP.

    "Kalau bukan kita yang notabene warga Jawa Barat yang menjaga dan melestarikan budaya kita lalu siapa lagi ?" katanya. (Bobotoh.id/HR)