Teranyar

    Ojeg Keuyeup, Ojeg Unik Curug Malela!

    6 May 2018 19:23
    Masyarakat tampaknya semakin umum menggunakan jasa kendaraan umum roda dua atau ojeg. Walau secara resmi 'tidak diakui' oleh Departemen Perhubungan dengan alasan keselamatan, tetapi jenis transportasi umum ini semakin diminati.

    Baik itu di pedesaan maupun di perkotaan, maupun ojeg konvensional (biasa disingkat Ojeg Pangkalan atau Opang) juga Ojeg Online (yang biasa disebut Ojol). Kepraktisan dan mobilitas yang tinggi, serta daya jangkau ke daerah sulit dan terpencil yang sulit dilalui kendaraan roda empat, membuat ojeg menjadi primadona transportasi.

    Ieu Rame Lur: Super Jalapa Liga 3: Persima-Persindra Remis, Pesik Pelenoykan PSIT!

    Di Desa Cicadas Kecamatan Rongga Kabupaten Bandung Barat yang berada di wilayah pegunungan, ada yang dinamakan Ojeg Keuyeup (keuyeup = ketam sawah). Entah mengapa dinamai demikian, mungkin karena bentuknya yang unik.

    Sekilas bahkan mirip otopet dengan setangnya yang tinggi dan bentuknya yang ramping. Ojeg keuyeup ini merupakan modifikasi sepeda motor jenis bebek, yang digunakan masyarakat untuk mengangkut barang. Mulai hasil pertanian dan perkebunan hingga perlengkapan dan kebutuhan hajatan.

    Agar mampu membawa beban berat, fairing motor, tangki bensin, dan jok dilucuti. Rangka mesin kemudian dipasangi papan untuk menyimpan bawang bawaan. Tak hanya itu, peredam kejut atau shock breaker pun dipasang ganda! Total ojeg keuyeup ini menggunakan 2 pasang peredam kejut belakang.


    Bagian lain yang dimodifikasi adalah posisi rem dan perseneling. Semuanya dimundurkan agar sejajar dengan posisi pengemudi duduk di bagian paling belakang sepeda motor.

    Bagian kemudi atau setang pun dibikin tinggi seperti otopet. Gunanya agar barang bawaan yang segambreng yang diletakkan di bagian tengah tidak mengganggu kemudi.

    Tangki bensin pun tak kurang uniknya, walau tentu lebih berisiko. Di mana tangki bensin diganti dengan kompan/jerigen yang kemudian digantung di bagian leher sepeda motor.

    Tarifnya? tidak disebutkan secara jelas namun pastinya disesuaikan dengan jarak dan berat beban yang bisa dibawa. Tentunya masih lebih 'murah' dibanding kita membawa barang bawaan kita dengan berjalan kaki bukan? (Bobotoh.id/RCK)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli