Teranyar

    Pemain Jeung Ofisial Persib Dapat Beasiswa Pendidikan!

    28 September 2020 13:33
    Keempat pemain tersebut ialah Satrio Azhar, kiper Bandung United, M. Fahri dari Diklat Persib, Divie Alfiandi, gelandang Bandung United, dan Indra Mustafa, bek Bandung United.
    Sebanyak 4 pemain berprestasi dari Diklat Persib mendapatkan beasiswa pendidikan dari Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung. Tak hanya pemain, ofisial dan oelatih juga mendapatkan fasilitas beasiswa tersebut.


    Acara serah terima ini juga berlangsung dengan beberapa pemain PSMS Medan, AC Milan Junior, dan Bhayangkara FC. Rektor USB, Asep Effendi mengatakan, pemberian beasiswa kepada olahragawan berprestasi adalah program USB yang sudah berlangsung dalam beberapa tahun ke belakang.


    Pada tahun ajaran kali ini ada 4 pemain mendapat fasilitas beasiswa S1 dan beberapa ofisial yang mengambil fasilitas beasiswa magister. Keempat pemain tersebut ialah.


    "Musah-mudahan niat baik kami kepada pemain Persib kemudian kepada putra putri TNI dan Polri menjadi energi positif untuk warga Kota Bandung yang menjadi nilai tambah," ujar Asep Effendi di Univ Sangga Buana pada Senin (28/9/20) pagi.


    Keempat pemain tersebut ialah Satrio Azhar, kiper Bandung United, M. Fahri dari Diklat Persib, Divie Alfiandi, gelandang Bandung United, dan Indra Mustafa, bek Bandung United.


    Sedangkan dari ofisial penerima beasiswa diantaranya Imam Nurjaman, Ridwan Firdaus, M. Yuza, Cefi M. Taufik, Indriani Mayasari.


    Komisari PT. PBB, Yoyo S. Adiredja juga mengucapkan selamat kepada USB karena bisa mengapresiasi anak asuhnya dengan pemberian beasiswa. Ia berharap fasilitas ini bisa dimaksimalkan para pemain untuk mendapat bekal.


    "Saya sangat berterima kasih sekali kepada USB yang sudah memberikan kesempatan bantuan beasiswa kepada anak anak kami, anak anak kami mendapat masa depan yang lebih cepat, pendidikan yang formal," tambah Yoyo.


    Pemain Bandung United, Indra Mustaffa menilai fasilitas yang diberikan USB juga sangat bermanfaat bagi masa depannya. Terlebih masa depan pesepakbola tak akan terlalu lama sehingga ia memiliki bekal untuk berjuang usai gantung sepatu.


    "Ya penting banget, jenjangnya buat kita kedepan, di sisi kita main bola di umur yang sudah 30-35an ya pendidikan penting, mungkin kita bisa dapat kerja," tuntasnya. (Bobotoh.ID/FY)