Teranyar

    Pemerintah Ngawanti-Wanti BOPI Tidak Lengah Lagi Soal Kompetisi

    9 May 2019 20:43
    Jangan sampai kejadian 2017 dan 2018 yang menimbulkan bully terjadi lagi.
    Pemerintah melalui Kemenpora menerima laporan dari Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) terkait hasil sementara verifikasi Liga 1.  Kemenpora wanti-wanti agar tidak ada lagi korban nyawa dari sepakbola, juga tunggakan gaji, hak siar, hingga detail lannya. 

    Mengenai hak siar, Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto meminta supaya lebih dipastikan lagi. Jangan sampai kejadian 2017 dan 2018 yang menimbulkan bully terjadi lagi.

    Ieu Rame Lur:

    Pemerintah Tetapkan Libur Lebaran 11 Hari

    BOPI Sebut Tidak Ada Klub Liga 1 Yang Menganjuk Gaji Pemain


    "Tentang hak siar. Tolong dipastikan jangan kejadian 2017 dan 2018 menimbulkan bully-an. Memang bukan kewenangan Kemenpora dan BOPI menentukan. Tapi, tolong dipastikan hak siarnya diberikan ke statiun televisi yang jaringannya luas. Jangan sampai mereka disibukkan, diacak dan sebagainyaa di daerah-daerah," ujar Gatot.

    "Begitu juga soal keamanan. Mohon apa kata aparat kepolisian tolong didengarkan. Kalau diminta mundur bukan 15 Mei ya ikuti. Jangan melangkah sendiri,"
    - Sekretaris Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto


    Gatot menuntut hal tersebut karena dia tak ingin masalah-masalah yang terjadi Liga 1 2017 dan 2018 terulang di kompetisi tahun ini, karena BOPI dianggap terlalu mudah memberikan rekomendasi. Sementara ketika Liga berjalan akan sulit untuk menghentikan.

    "Pengalaman BOPI tak bisa menghentikan kalau ada pelanggaran. Jika kompetisi sudah berjalan yang bisa menghentikan hanya lah pembekuan. Jadi, harus dipikirkan matang. Makanya, kami meminta BOPI untuk betul-betul memastikan sebelum memberikan rekomendasi itu," ujarnya. (Bobotoh.id/HR - FT : AH)

    Ayo Dibeli