Teranyar

    Perform Musisi Asep Balon : Sensasi atow Sekil ?!

    28 December 2019 08:30
    Asep Balon sebagai terdakwa di Pengadilan Musik DCDC
    DCDC Pengadilan Musik edisi ke-39



    DCDC kembai menggelar Pengadilan musik ke- 39 di penghujung tahùn, tepatnya  Jum'at, 27 Desember 2019 Kantin Nasion the Panas Dalam, jalan Ambon Bandung, Asep Balon menjadi terdakwa. Pria asli dari Majalaya, Kabupaten Bandung ini didakwa karena selalu nyanyi dengan bahasa Sunda kasar, porno dan hobi ngomong Goblog.. !  Dan perlu didampingi sang pembela, Yoga PHB dan Rully Cikapundung,  supaya sang hakim, Man Jasad tidak mendakwa bersalah ! Tok….

    Seperti biasa, Coklat friends sudah menunggu sejak sore. Udara dinginpun tidak mereka rasakan setelah dari siang sampai sore, kota Bandung diguyur hujan yang cukup deras. Mereka benar-benar ingin menyaksikan hasil ketuk palu hakim, Man Jasad untuk musisi Hiphop masa kini yang selalu menyembunyikan penampilannya di balik masker kacamata hitam dan helm proyek. Apakah akan didakwa bersalah atau tidak.

    Dari bocoran papan pengadilan, ternyata skil musik Asep Balon terlihat sejak 2008. Saat duduk di bangku SMP, dengan mengusung aliran hiphop/ Rap dan dibalut lirik sunda yg kasar sesuai dengan kesehariannya. Katanya supaya lebih dapat dimengerti oleh orang Sunda khususnya. Karena liriknya terkadang suka nyeleneh juga aksen dan tingkah lakunya. Maka orang menyebutnya sebagai Rapper badut.   

    Ketika Jaksa Penuntut umum, Budi Dalton dan Pidi Baiq meminta supaya terdakwa menyebutkan nama asli, musisi yang selalu tampil eksentrik dengan  kacamata hitam dan helm proyek, yang katanya sebagai cerminan dari seorang pegawai kasar ini, diam seribu bahasa. Tidak mau memberitahukan nama aslinya ! Aneh bin ajaib ini terdakswa.

    “Terus kenapa selalu memakai masker dalam setiap penampilan?,” tanya jaksa penuntut umum lagi.

    “Supaya bisa ‘udud’.. , “ jawabnya singkat.

    Ya, itulah gelaran DCDC dengan Pengadilan Musiknya yang berciri khas, selalu mengangkat musisi independent yang banyak dibicarakan di medsos, juga khalayak ramai. Tentunya dengan karya yang cukup dikenal dimasyarakat.

    Uwie dari Atap Productions sebagai promotor mengatakan kalau gelaran DCDC di 2020 akan terus berlanjut dengan menampilkan musisi atau artis terseleksi.  Baik band maupun solois.

    “Dan, sekarang DCDC sudah mulai ‘di incer’ oleh artis-artis papan atas yang ingin tampil di Pengadilan Musik,” jelas Uwie lagi.

    Sementara Agus Danny perwakilan dari DCDC, menyebutkan kalau perjalanan Pengadilan musik dari Januari sampai Desember 2019 ini, fluktuatif.  Terutama dari musisi luar Bandung, tetapi kualitas, tetap terjaga dan konsisten dalam pantauan bintang tamu atau sebagai TERDAKWA .

    Untuk yang edisi di penghujung tahun 2019, kenapa harus Asep Balon ? 

    “Hasil pengamatan, Asep adalah penggiat komunitas di daerahnya yang terus merambah ke populerannya hingga tingkat Nasional.  Walaupun bernyanyi dengan lirik-lirik kasar, tapi dia adalah orang yang baik,” jelasnya sambil tersenyum. 

    sebagai informasi bahwa Asep Balon akan perform di Jepang pada Tgl 2 Januari 2020 mendatang.

    Menurut  Agus,  pergerakan musik indie DCDC - pengadilan Musik turun naik, namun progresnya ada sedikit kenaikan.

    “Karena teman-teman pemusik yang tampil di Pengadilan musik sadar bahwa Pengadilan musik yg digelar oleh DCDC, akan menjadi Ikon di Indonesia,” tambah Agus Danny lagi sumringah.

    Oh ya...hasil pengadilan memutuskan kalau hasil karya dari asep balon dinyatakan karyanya layak jual. Tok...Asep balon tidak bersalah ! (Bobotoh.id/HR – FT : JM)


    Ayo Dibeli