Teranyar

    Persib Berpeluang Jadi Juara, Walau Bukan Anak 'Bapak'

    29 July 2018 20:14
    Masih ingat dalam ingatan saya saat supporter Persija Jakarta meneriakan Persib sebagai anak Bapak. Teriakan bising nan berisik yang tak bermakna itu dipertegas melalui spanduk-spanduk saat laga Persija dimainkan.

    Teriakan dan suara suara miring terhadap Tim juara liga Indonesia 2 kali itu semakin santer terdengar dengan spanduk yang terpampang. Satu spanduk yang saat itu tak lekang di ingatan saya adalah bertuliskan "Persib Tanpa PSSI Lemah.Juragan Sehat !!!". Tulisan sindiran yang ditujukan kepada Persib Bandung.

    Ieu Rame Lur: Umuh : Pelatih Sedang Mencari Pemain, Termasuk Pemain Naturalisasi !

    Mengapa mereka begitu ? Alasannya adalah karena petinggi Persib menjadi bagian dari pengurus PSSI saat itu, dan saat itu Persib sedang digjaya bahkan keluar sebagai kampiun Liga Indonesia 2014, sementara Persija terpuruk bahkan gaji pemainnya nunggak mending kalo di rapel. (PNS kali ahhh...di rapel).

    Kini kondisi itu berbalik, Bebasnya Ivan Carlos dan Ismed Sofyan sang lehend ("menurut mereka") mempertegas dan meredam suara yang sebenernya lebih menarik suara knalpot racing, ketimbang suara suara bising yang diteriakan beberapa tahun silam. Kini jelas Siapa yang anak Bapak dan siapa yang lemah tanpa PSSI. Ok Fix.

    Ieu Rame Lur: Sriwijaya Memiteskan Perlawanan Borneo FC!

    Melalui Abah Gomez, Persib mempertanyakan ada masalah apa Federasi sepakbola di negara ini dengan Persib, hingga pemain pilarnya sering sekali di jatuhi hukuman/sanksi. Pertanyaan abah Gomez ini syarat sekali dengan makna, jika kita kembali mengingat teriakan itu dan luputnya kasus Ivan Carlos dan Ismed sang Lehend.

    Kasus Ivan Carlos yang jelas meludahi kiper Bali united Wawan Hendrawan luput dari sanksi, "what happen, aya naon". Ahhh sudahlah.Padahal Jika mengacu pada kode disiplin PSSI pasal 49, Ivan Carlos bisa dihukum enam laga dan denda 10 juta. 

    Ieu Rame Lur: Persib Juara Paruh Musim, Ieu Ceuk PT PBB!

    Bermain Drama

    Jauh sebelum Kasus Ivan Carlos dan Ismed Sofyan, Persija Keukeuh ingin bermain di Jakarta sementara GBK yang katanya kandang mereka sedang dipersiapkan untuk perhelatan ASIAN GAMES dan memaksakan bermain di PTIK, yang hanya memuat ratusan penonton. Bagi saya tidak masalah, da Persib mah maen di mana wae ge hayu...

    Yang masalah adalah sebelumnya terjadi drama dimana jadwal dimundurkan 3 hari sebelum pertandingan dengan alasan kepolisian membatalkan ijin pertandingan karena berdekatan dengan Mayday. Really Not Make Sense bagi nalar saya, mengingat beberapa pilar mereka di pakai timnas dan OAOE teu bisa maen.

    Ok fix kejadian ini menambah keyakinan saya siapa yang sebenarnya anak Bapak.  Sekali lagi ahhh sudahlah, 'permainan matamu' tak mampu melemahkanku!

    Mengapa tak mampu melemahkanku ? Buktinya Persib Sukses merasakan dinginnya dan segernya udara di puncak klasemen, meski diserang dengan faktor non teknis di luar lapangan.

    Jadi suara bisingmu itu hanya sekedar angin lalu bagi kami, dan kami tidak gentar dengan The Real Anak Bapak sekarang.

    Ingat Sib yqng penting permainan di lapangan tunjukan pada publik, tong kagok publik Dunia kalau perlu. Bahwa Persib tim yang yang digjaya sekaligus sportif tanpa harus memenangkan match dengan cara yang tidak halal, ulah Siga Si Eta.

    Permainanmu saat melawan Persebaya sungguh permain menarik, bahkan permainan terbaik sepanjang Liga 2018 sekarang.Semua pemain bermain sportif, meski pertandingan berjalan cukup keras.

    Official dan tim pelatih sportif, supporter kedua kesebelasan apalagi tak bisa diungkapkan dengan kata-kata bagi VIKING dan BONEK. Kata Luar biasa saja tak cukup mewakili takjub saya terhadap kalian. Kita Bisa menang, Kita Bisa Juara Sib Meski Tanpa Bapak! (Bobotoh.ID/RCK)

    Ditulis oleh Oki Achmad Ismail (Viking Marhayu Raya) yang berakun Twitter @okiais dan Instagram @@okiaismail

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli