Teranyar

    Persib: Goes To Next Level!

    21 October 2018 15:54
    Berubah, menurut kamus besar bahasa Indonesia merupakan sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama namun maknanya berbeda. Berubah memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga berubah dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman ataupun pengertian dinamis lainnya.

    Dalam ilmu psikologi, sesuatu tidak akan pernah berubah jika segalanya terasa nyaman. Namun ada 2 faktor yang mendorong segalanya berubah secara drastis/ekstrem, yaitu : Obsesi dan Pengalaman Buruk.

    Ieu Rame Lur:

    Nyanyian Bonek di Luar Stadion Berdampak Pada Performa Persebaya!

    Supardi : Ini Bukan Akhir Dari Segalanya

    Persib Bandung, kata yang tidak asing di Indonesia, klub sepak bola dari Jawa Barat yang identik dengan suporternya ini selalu dinantikan seluruh penikmat sepak bola di Indonesia. 2009 lalu, Persib mengalami perubahan. Berdasar Peraturan Menteri Dalam Negeri(Permendagri) No.13/2006 kemudian disempurnakan pada Permendagri No. 59/2007, menuntut klub yang mengikuti Kompetisi Liga Super dilarang menggunakan APBD dan berubah statusnya menjadi badan hukum yang secara otomatis status klub tersebut menjadi klub profesional.

    Obsesi menjadi klub profesional inilah yang menjadi latar belakang status Persib dari klub amatir menjadi klub Profesional, 20 Agustus 2009 lalu Persib resmi mendeklarasikan perubahan statusnya tersebut.

    Ieu Rame Lur:

    Persebaya Sempat Pilih Rishadi Fauzi di Sektor Serang!

    Sempat Diragukan, Gozo Malah Ukir Prestasi

    Kemudian, obsesi Persib berikutnya, setelah 19 tahun puasa gelar Liga Indonesia, di Liga Super Indonesia tahun 2014, selain berkah dan karunia dari Alloh SWT melawan kemustahilan Liga Super Tahun 2014 tersebut, Persib berbenah sebelum kompetisi.

    Mempersiapkan segalanya dengan matang, menyatukan visi dan misi segala elemen yang ada kaitannya dengan Persib begitu padu, manajemen yang sangat memfasilitasi kebutuhan pelatih dan pemain, pelatih yang begitu cermat. Sehingga mampu memadukan pemain, pemain yang begitu spartan membela nama besar Persib di lapangan, serta Bobotoh yang senatiasa berkreasi, berteriak, dan memenuhi stadion ketika Persib main kandang. Setia mendampingi Persib dengan bergandengan tangan dengan suporter lain ketika bermain tandang.

    Alhasil, obsesi ini terwujud, koreo yang selalu indah di pertunjukan di Stadion Si Jalak Harupat ketika bermain kandang. Serta teriakan nyanyian baik ketika kandang ataupun tandang bobotoh, menjadi saksi Persib meraih hasil yang maksimal di tahun 2014 lalu.

    2018, akankah ini jadi pengalaman buruk untuk Persib? Setelah berjaya paruh musim 2018 hingga pekan ke-25 pada Liga Indonesia tahun 2018 ini, Persib dikudeta untuk menjadi pemuncak klasemen.

    Rentetan hasil kurang baik yang di alami oleh 'skuad uyuhan' Persib pada pekan ke-24, 25 dan 26 inilah yang menjadi penyebabnya. Istilah “Harus menang, haram kalah pada pekan ke-23 saat Persib berjumpa Persija” , tampil begitu garang dengan full team.

    Persib mampu menang 3-2 atas Persija. Namun apadaya, rasa sakit dan sedih melihat tim kebanggaan bobotoh berlaga di luar pulau jawa, tampil dengan skuad seadanya, menimbukan rasa yang bikin tidur tidak nyenyak setelah menonton Persib dan mengetahui hasilnya.

    Berubah, itulah yang harus dilakukan, terlepas sanksi komisi disiplin yang terlanjur sudah dijatuhkan, semua elemen yang cinta Persib harus bersinergi membangun Persib kembali berjaya, bukan hanya sesekali, tapi obsesinya harus naik tingkat.

    Persib harus berobsesi selalu menjadi juara dan berprestasi di kancah Asia bahkan dunia. Pengalaman buruk di Pekan ke-23 yang membuat 3 andalan Persib dihukum: Bobotoh dihukum, Panpel dihukum, harus menjadi dasar, bahwa Persib goes to next level.

    Bobotoh berubah, fanatik harus selalu atraktif namun jangan anarkis. Sisa pertandingan di liga Indonesia tahun 2018 mudah-mudahan mampu diraih dengan hasil terbaik.

    Jangan menuntut federasi berubah, jika belum diri kita pribadi yang berubah. Mari berubah untuk menyambut Persib yang lebih maju. PERSIB GOES TO NEXT LEVEL. (Bobotoh.id/RCK)

    Ditulis oleh Maula Syamsur Rijal, Bobotoh Antapani Bandung

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli