Teranyar

    Petinggi PSSI Berinisial IB Dilaporkan Ke Polisi!

    9 January 2019 13:45
    IB yang saat itu menjabat Ketua BLAI meminta uang pada manajer Perseba Bangkalan agar bisa menjadi tuan rumah Piala Soeratin 2009
    Mantan manajer Perseba Super Bangkalan, Imron Abdul Fatah, melaporkan petinggi PSSI berinisial IB kepada Satgas Anti Mafia Bola. Imron diminta mengirimkan sejumlah uang oleh IB.

    Transaksi itu terjadi pada babak delapan besar Piala Soeratin pada November 2009. Bangkalan menjadi tuan rumah ajang itu. Tapi, IB disebut mengancam untuk menarik keputusan dan memindahkan tuan rumah ke Bandung jika Imron tak mengirimkan sejumlah uang.

    Ieu Rame Lur:

    Pemain Ini Bingung Meragragkan Pilihan Antara Persib atau Borneo FC!

    Persib Akan Mengumumkan Pasukan Musim 2019 Dalam Jumpa Pers Khusus!

    Imron bilang komunikasi dilakukan lewat telepon. Dalam percakapan via telepon itu, Imron diminta menyetorkan Rp 140 juta agar Bangkalan tetap menjadi tuan rumah. Saat itu, IB menjabat sebagai Ketua Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI).

    "Jadi saya ditelepon Pak IB 'ini (tuan rumah) harus pindah ke Persib', kemudian saya diminta telepon ke H"
    - Imron Abdul Fatah, Mantan manajer Perseba Super Bangkalan


    "Waktu delapan besar saya mau dibatalkan (sebagai tuan rumah), mau 'dibuang' (dipindah) ke Persib," kata Imron di Jakarta, seperti dilansir Detik, Selasa (8/1/2019).

    Ieu Rame Lur:

    Ini Yang Dilakukan Ronggo Sambil Mengantos Musim 2019

    Mangprang Malam: Pemain Asli Jabar, Wasit Ditangkap, Persib Terbesar Di Asia

    "Jadi saya ditelepon Pak IB 'ini (tuan rumah) harus pindah ke Persib', kemudian saya diminta telepon ke H," ujar Imron lagi.

    Imron pun kemudian menghubungi H. Menurut Imron, H saat itu menyarankan kepada Imron untuk segera mengirim kekurangan uang kepada IB.

    "Karena saya sebelumnya sudah kirim, sisanya Rp. 25 juta itu dikirim tanggal 9 November 2011," katanya.

    Belakangan, Imron baru mengetahui bahwa untuk menjadi tuan rumah itu tidak perlu membayar. Imron pun merasa tertipu, sehingga ia melaporkan IB ke tim Satgas Anti Mafia Bola. Laporan Imron diterima Satgas Anti Mafia Bola pada Senin malam (7/1/2019).

    Imron berharap Satgas Anti Mafia Bola bisa memperbaiki persepakbolaan di Indonesia. Dia juga menyimpan ekspektasi agar mafia pengatur 'permainan' ditangkap.

    "Ya alasannya gini, bola ini sekarang ini sudah (ada) Satgas Anti Mafia Bola. Ini kan harapan terakhir buat kita. Sudah nggak ada harapan lagi memperbaiki bola," tutur Imron. (Bobotoh.ID/FY)
    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli