Teranyar

    Pokoknya Mah, Hatur Tengkyu Bidan Dan Tenaga Lini Lapangan. Memere Pelayanan Optimal !

    2 October 2020 21:10
    Peran para bidan bareng tenaga lini lapangan yang selalu mengjadi mitra BKKBN. yang selalu memberi pelayanan kepada masyarakat.
    Pada pertemuan Kemitraan Bhakti IBI tingkat Jawa Barat yang dilaksanakan di Kabupaten Bandung, Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN, Drs. Tavip Agus Rayanto, M.Si dalam arahannya mengingatkan kembali target RPJMN untuk penurunan stunting. Dimana pada akhir 2024, diharapkan prevalensinya mengjadi 14%, dari sebelumnya 24,1%.

    Prevalensi jeung RPJMN ? Nih artinyah. Prevalensi teh kelajiman, kalau RPJMN singkatan ti Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, Bob...!

    Dan, ini tentunya mengjadi core atow inti atow pokok BKKBN, lain berada di Kamentrian Kasehatan yang penanganan nya lebih ka medis jeung klinis ketika anak sudah lahir. Kalau BKKBN kan lebih ke bagaimana persiapan sebelum berkeluarga.

    "Dan, sudah pasti tahapan intervensinya dimulai sejak pra nikah, saat ibu hamil dan intervensi program pada interval kehamilan. Kalau dijabarkan, pendekatannya bisa berupa pendekatan pencegahan (prospektif) dan pencegahan penanganan (retrospektif), " ujar Sestama.

    Prospektif melalui pengendalian TFR (eta istilah kesehatan, artinyah Angka Kelahiran Total), penyiapan kehidupan berkeluarga dengan edukasi kespro, penundaan kehamilan anak pertama serta kehamilan yang terencana. Retrospektif melalui promosi dan KIE - Insformatsi jeung Edukasi Kasehatan pengasuhan 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) serta pemantauan jeung intervensi tumbuh kembang anak 0-6 tahun. 

    Dan, pokoknya mah terimakasih karena semuanya tidak bisa lepas dari peran para bidan, yang selalu mengjadi mitra BKKBN. Tentunya, bareng tenaga lini lapangan, yang selalu memere pelayanan kepada masyarakat.

    Pada pertemuan inipun, ada kadeudeuh yang diberikan berupa Apresiasi Bhakti IBI Tahun 2019, penilaian nya lebih ke kinerja PC IBI dan BPM dalam memere pelayanan KB selama 2019. Kategori PC IBI Terbaik, diraih PC IBI Cianjur. Sedangkan kategori BPM, diraih oleh Bidan Tuti Haryati, Am.Keb. Apresiasi diberikan langsung oleh Sestama, didampingi KepalaBKKBN Jawa Barat, Ketua IBI Jawa Barat, Kepala DP2KBP3A Kab. Bandung, Sekretaris dan jajaran koordinator di Perwakilan BKKBN Jawa Barat.

    Selain itu juga dibahas melalui diskusi virtual mengenai pemetaan dan sertifikasi kompetensi dokter dan bidan melalui Aplikasi Monika - monitoring berkualitas, bersama Deputi Bidang KBKR dr. Eni Gustina, MPH. Kemudian peran bidan pada KB pasca salin oleh Perwakilan dari PERSI Jawa Barat yang juga aktif di POGI dan HOGI, dr. Ali Budi Harsono, Sp. OG (K), serta JNPK-KR. (singkatan deui ti Jaringan Nasional Pelatihan Klinik Kesehatan Reproduksi). (Bobotoh.id/HR - FT : irfanbkkbn) 

      

    Ayo Dibeli