Teranyar

    Polemik Jual-beli Jabatan Manajer Timnas U-20: Menpora Segera Copot Iwan Bule dari INAFOC

    26 December 2020 12:49
    Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. (Foto: PSSI)
    Menurut mBah Coco, sudah sangat jelas, bahwa Menpora Zainuddin Amali, jangan ragu-ragu untuk mencopot Iwan Bule, sebagai Penanggungjawab Bidang Prestasi Tim nasional, dibawah INAFOC.

    Polemik Jual-beli Jabatan Manajer Tim Indonesia U-20
    MENPORA SEGERA COPOT IWAN BULE Dari INAFOC

    Walaupun, FIFA U-20 World Cup 2021 dibatalkan, dan kemudian diganti tahun 2023, dengan lokasi yang sama di Indonesia. Bukan, berarti, kasus jual-beli jabatan Manajer Tim Indonesia U-20 selesai. Ini harus diselesaikan lewat lembaga negara. Karena, menyangkut nama Tim Indonesia U-20, dan juga Shin Tae-yong.

    mBah Coco, masih berharap, bahwa Menpora, Zainuddin Amali, dengan aturan yang masih nyantol, sebagai Ketua Organizing Committee (INAFOC), wajib menjerat Iwan Bule, sebagai Ketua Umum PSSI 2019 – 2023, yang terlibat dalam kasus tersebut. Mengapa?

    Menurut mBah Coco, INAFOC yang diluncurkan Jokowi, dalam bentuk Keputusan Presiden RI (Keppres) No 19 tahun 2020, tidak akan dicabut, dan masih akan berlangsung sampai 2023 nanti, ketika Piala Dunia U-20 digelar.

    Isi Keppres tersebut, Ketua Panitia Pelaksana INAFOC, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali. Ketua Panitia Pelaksana Bidang Sarana dan Prasarana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono. Dan, Ketua Pelaksana Bidang Prestasi tim Nasional Sepak Bola Indonesia, dikelola oleh Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule.

    Dari hasil artikel yang sudah dibedah mBah Coco, ada dana persahabatan 100 ribu dolar Singapura. Dibagi menjadi dua, Separoh untuk kebutuhan plt PSSI, Yunus Nusi. Sedangkan separoh, yang diberikan Achmad Haris kepada Jowo Purwoko, 22 Juli 2020, di Kantor PSSI, Lantai 14 Mall FX Sudirman tersebut, diperuntukan sebagian uangnya, membayar sewa kendaraan pelatih Tim Indonesia U-20,Shin Tae-yong, dan juga kebutuhan entertaint Iwan Bule.

    Dari sini, menurut mBah Coco, sudah sangat jelas, bahwa Menpora Zainuddin Amali, jangan ragu-ragu untuk mencopot Iwan Bule, sebagai Penanggungjawab Bidang Prestasi Tim nasional, dibawah INAFOC.

    Bahwa, Iwan Bule, masih menjadi Ketua Umum PSSI, biarkan para pemilik suara yang menilai. Apakah, langsung menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI atau tidak? Tapi, sebagai bagian dari INAFOC harus mencopot posisi Iwan Bule.

    Bahkan, kalau ditinjau dari Statuta FIFA pun, sejak presidennya Gianni Infantino, ada perubahan statuta yang memberi peluang pemerintah bisa ikut campur ke dalam organisasi PSSI, jika tidak seusia dengan aturan negara. Seperti yang tertera di FIFA.

    FIFA Statutes, Agust 2018 Edition, 11 Laws of the Game: the laws of association football issued by The IFAB in accordance with art. 7 of these Statutes. Dibawah President FIFA, Gianni Infantino, menjelaskan dalam Pasal 11 admission, ayat 1, bahwa pemerintah yang menaungi federasi seperti PSSI, bisa di intervensi pemerintah dan negara, jika melanggar aturan-aturan di negerinya sendiri.

    Ketika FIFA dikelola Sepp Blatter, maka saat Menpora Iman Nahrawi membekukan PSSI, 18 April 2015, memang terkesan intervensi. Namun, setelah Menpora menulis surat kepada FIFA, dalam waktu yang bersamaan. FIFA akhirnrya memaklumi alasan pemerintah membekukan PSSI.

    Jadi menurut mBah Coco, Menpora Zainuddin Amali, jangan pernah bosan berhenti, untuk menyelidiki kasus jual-beli jabatan Manajer Tim Indonesia U-20, dengan caranya sendiri. Dan, kemudian jika terbukti Iwan Bule, melanggar menerima dana siluman dari hasil jual-beli jabatan.

    Maka, saran mBah Coco, jangan pernah takut, mencopot Iwan Bule, sebagai penanggungjawab atau sebagai Ketua Pelaksana Bidang Prestasi Tim Nasional Sepak Bola Indonesia, khusus untuk U-20, dibawah INAFOC, lewat mandat Keppres No 19, tahun 2020.

    Bijimane?

    ---
    Penulis: mBah Coco