Teranyar

    PSSI Rilis Aturan Anyar Terkait Liga 2020

    18 November 2020 12:38
    PSSI kembali mengeluarkan surat aturan terkait kompetisi Liga Indonesia 2020. (Foto: PSSI)
    Dalam surat tersebut, PSSI memberikan 6 poin penting terkait kelangsungan kompetisi Liga 1, 2 dan 3.

    PSSI kembali mengeluarkan surat aturan terkait kompetisi Liga Indonesia 2020. Aturan tersebut tertuang dalam surat PSSI bernomor SKEP/69/XI/2020. Surat itu pun ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan.

    Dalam surat tersebut, PSSI memberikan 6 poin penting terkait kelangsungan kompetisi Liga 1, 2 dan 3. Pada poin pertama, PSSI memastikan untuk menunda pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan 2 2020. Sementara di poin kedua, PSSI menyatakan kompetisi akan dilangsungkan kembali pada Februari 2021.

    "Menetapkan penundaan kompetisi Liga 1 Tahun 2020 dan pelaksanaan kompetisi Liga 2 Tahun 2020," bunyi pernyataan pada poin pertama, seperti dikutip Bobotoh.id dari laman Bola.com.

    "Pelaksanaan kompetisi sebagaimana tercantum pada ketetapan pertama adalah bulan Februari 2021 dengan memperhatikan ketentuan protokol kesehatan COVID-19 yang ditetapkan oleh pemerintah," bunyi keterangan tersebut.

    Adapun nasib Liga 3 akan ditentukan setelahnya. Artinya, Liga 3 akan berjalan seiring Shopee Liga 1 dan Liga 2 dimulai.

    "Kompetisi Liga 3 Tahun 2020 akan dimulai setelah pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 tahun 2020 sebagaimana ketetapan kedua telah terpenuhi," jelas pernyataan PSSI pada poin ketiga tersebut.



    Lebih lanjut, pada poin keempat dan kelima, PSSI menjelaskan terkait pembayaran gaji kepada para pemain. Selama kompetisi dihentikan, para pemain disebut hanya berhak menerima gaji sebesar 25 persen dari total gaji. Ketika kompetisi berjalan kembali nanti, klub wajib membayar gaji sebesar 50 persen untuk klub Liga 1 dan 60 persen untuk klub Liga 2.

    "Berdasarkan ketetapan pertama dan kedua, dikarenakan kompetisi tidak dapat dimulai akibat pandemi Covid-19 belum mereda sebagaimana ketetapan pemerintah, maka klub dapat menerapkan kebijakan pembayaran gaji pemain, pelatih, dan ofisial mulai Oktober sampai dengan Desember 2020 dengan pembayaran maksimal 25 persen dari kwajiban yang tertera dalam perjanjian kerja sampai dengan dimulainya kompetisi," bunyi pernyataan pada poin keempat.

    "Apabila kompetisi telah efektif untuk dapat dimulai, maka klub Liga 1 dan Liga 2 dapat melakukan kesepakatan ulang bersama dengan pelatih dan pemain atas penyesuaian nilai kontrak pada perjanjian kerja yang telah disepakati dan ditandatangani sebelumnya, yaitu perubahan nilai kontrak untuk Liga 1 dengan kisaran 50 persen dan Liga 2 dengan kisaran 60 persen dari nilai kontrak atau sekurang-kurangnya di atas upah minimum regional yang berlaku di masing-masing domisili klub, dan diberlakukan satu bulan sebelum kompetisi dimulai sampai dengan berakhirnya kompetisi yang dimaksud," jelas poin kelima.

    Adapun pada poin keenam berisi keputusan yang akan mengatur hal-hal yang belum ada. Nantinya, akan dibahas dalam surat keputusan terpisah.

    "Hal-hal yang belum termasuk dalam Surat Keputusan ini tentang penundaan pelaksanaan kompetisi tahun 2020 akan diatur dalam ketentuan terpisah," tulis PSSI dalam poin keenam. (Bobotoh.id/RF)