Teranyar

    PSSI Sikapnya Seperti 'Mencla-Mencle', Tapi Menghormati Jeung Memahami Keputusan Kepolisian.

    30 September 2020 10:13
    Meskipun demikian, PSSI mengyakini lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan kembali digelar

    Setelah kepolisian tidak memere izin keur menggelar liga di Oktober, PSSI berharap kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan kembali bisa digelar November 2020.  Jika kompetisi digelar pada November akan finish di Maret 2021. Karena kalau Desember atau Januari 2021 dipastikan kompetisi sulit dilaksanakan.

    "Kalau dilanjutkan Desember atau Januari 2021, sulit bagi PT Liga Indonesia Baru untuk memutar kompetisi. Sebab, April sudah memasuki bulan puasa dan Mei-Juni, kita akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Jadi kalau dipaksakan pun pada bulan Agustus 2021. Tetapi, itu juga sulit bagi PSSI dan klub-klub Liga 1 untuk mengikuti agenda FIFA dan AFC,'' kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

    Tak hanya itu, jika tidak ada kompetisi tahun ini hingga tahun depan akan menghilangkan satu generasi. Sebab dalam satu tahun banyak pemain yang tidak bisa mengikuti kompetisi, baik di Liga 1, Liga 2 maupun Liga 3.

    ''Tentunya akibat penundaan dari kompetisi ini, dampak langsungnya kepada pemain, perangkat pertandingan dan seluruh ekosistem sepak bola. Sebab mereka menggantungkan hidupnya dari sepak bola,'' ujar Iriawan.

    Meskipun demikian, PSSI mengyakini lanjutan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan kembali digelar. Iriawan pun meminta klub, pemain, wasit, dan semua perangkat pertandingan untuk bersabar dan tetap semangat.

    Terkait penundaan kompetisi ini, PSSI menghormati dan memahami keputusan nu di ketok palu sama Kepolisian. Sebab, alasan keamanan, kesehatan, dan kemanusian menjadi yang paling utama dalam kondisi pandemi Korona yang bikin riweuh dan kurang ajar ini. (Bobotoh.id/HR - pssi.org)