Teranyar

    PSSI Tidak Ingin Memere PHP, Februari Harusnya Tidak Ada Ahenda Nasional !

    12 November 2020 10:50
    Kepastian liga ini kan sulit dijawab karena ini bukan dari kami yang menjamin, tetapi dari kepolisian.
    "Kepastian liga ini kan sulit dijawab karena ini bukan dari kami yang menjamin, tetapi dari kepolisian. Sekarang kami pendekatan lagi ke otoritas keamanan lagi. Kami sudah membuat draft surat, dikirim ke kepolisian," 
    - Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita

    Awal Februari 2021, direncanakan bakal kembali bergulir. Operator masih harap-harap cemas agar kejadian tidak dapatnya izin keramaian ti kepolisian pada 1 Oktober terulang. Kini, mereka mencoba melakukan pendekatan lagi ke berbagai pihak, termasuk sponsor, klub, sampai ke kepolisian.

    "Kami mulai koordinasi dengan klub. Belum janji apapun ke klub, ada manajer klub juga yang mengaku kesulitan dan mereka mencari kepastian. Karena bisnis yang baik kan yang ada kepastian," kata Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, Selasa (10/11/2020).

    Ceuk Akhmad Hadian, untuk Februari sepertinya sudah tak ada alasan lagi. Pihaknya geus mencari tahu apa yang akan memberatkan polisi kasih izin, kan gak ada agenda lagi di Februari.


    Ieu Rame Lur

    https://bobotoh.id/baca/pssi-pucunghulkeun-standar-lisensi-pelatih-supaya-berkualitas-ceunah-

    https://bobotoh.id/baca/emejing-portugal-pesta-gol-ke-gawang-andora

    https://bobotoh.id/baca/kepala-gundul-hakim-garis-disangka-sebuah-bola-ku-kamera-robot-pixellot


    "Kepastian liga ini kan sulit dijawab karena ini bukan dari kami yang menjamin, tetapi dari kepolisian. Sekarang kami pendekatan lagi ke otoritas keamanan lagi. Kami sudah membuat draft surat, Selasa ini telah dikirim ke kepolisian," tuturnya menambahkan.

    PT LIB berharap mendapat kepastian agar kick-off yang masih berjarak tiga bulan lagi, berjalan dengan baik. Operator diharapkan tidak ada ahenda nasional yang menghambat izin kompetisi sepak bola.halaman 2 dari 3
    Nantinya jika sudah mendapat kepastian, suporter diharapkan pengertiannya untuk tidak hadir ke stadion. Jadi, lanjutan kompetisi bisa berjalan dengan aman dan tak terganggu di tengah jalan.

    "Mengingat ke Belakang, sejak Bulan Juli-Agustus kami sudah terus-menerus melakukan pendekatan ke Polda di daerah. Di daerah sih mau, tapi pada prinsipnya mereka tergantung izin dari pusat (Polri)," jelasnya. (Bobotoh.id/HR - bolalob)