Teranyar

    PT LIB Beri Update Kelanjutan Liga 1 dari Polri! Begini Katanya

    7 January 2021 10:57
    Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB), Akhmad Hadian Lukita. (Foto: Liga-indonesia.id)
    Niatan PT LIB untuk melanjutkan dua kompetisi itu terancam sirna.






    PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator kompetisi Liga 1 dan 2 2020 memberikan perkembangan terbaru terkait perizinan digelarnya kembali kompetisi Indonesia dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

    Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, mengaku hingga kini masih belum mendapatkan restu dari Polri untuk melanjutkan liga. Niatan PT LIB untuk melanjutkan liga 2020 terancam sirna. Kepolisian melalui POLRI masih belum merekomendasikan Shopee Liga 1 dan Liga 2 untuk bergulir kembali di tengah pandemi COVID-19.

    "Soal perizinan Shopee Liga 1 dan Liga 2, sampai sekarang masih belum ada perkembangannya," ucap Akhmad Hadian Lukita, seperti dikutip Bobotoh.id dari laman Bola.com.

    "Kami di PT LIB sampai saat ini masih menunggu respons dari kepolisian," jelas alumnus Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut.

    Ieu Rame Bob: WADUH, PEMAIN PERSIB MURUNG DAN MENGALAMI MASALAH FINANSIAL!

    Sebelumnya, PSSI sebagai federasi sepak bola Indonesia pun menyampaikan bahwa mereka akan menggelar rapat pada pertengahan Januari ini. Rapat tersebut akan membahas terkait nasib Liga Indonesia 2020.

    "Terkait kompetisi dalam hal ini Shopee Liga 1 dan 2 yang belum berjalan, rapat Exco terakhir memutuskan kompetisi akan diputar oleh PT LIB pada Februari 2021," tutur Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI, Yunus Nusi dinukil dari laman PSSI.

    "Situasi terkini COVID-19 akan menjadi faktor penentu apakah kompetisi bisa dijalankan atau tidak. Cabang olahraga lain pun demikian. Untuk menyelenggarakan kejuaraan nasional juga sulit."

    "Untuk itu, PSSI menjadwalkan untuk menggelar rapat Exco pada pertengahan Januari 2021 untuk memutuskan kelanjutan Shopee Liga 1 dan 2 atau memberhentikan kompetisi musim 2020 berdasarkan situasi terkini," terang Yunus. (Bobotoh.id/RF)