Teranyar

    /rif Diseret ke Meja Persidangan DCDC Pengadilan Musik ! Aya Naon ?

    1 February 2020 09:36
    /rif ketika di sidang di Pengadilan Musik DCDC
    Ovie dan kawan-kawan merilis single terbaru berjudul 'O..Gitu Ya'


    Legenda musik rock Indonesia, /rif diseret ke meja persidangan DCDC Pengadilan Musik edisi 40 pada Jum'at (31/2/20) di Kantin Nasion The Panas Dalam, jalan Ambon No. 80 A, kota Bandung. Kehadiran /rif sudah ditunggu oleh pecinta musik karena mereka baru saja merilis single terbaru berjudul "O..Gitu Ya", dirilis pada 5 Desember 2019.

    Sidang DCDC Pengadilan Musik edisi ini dihadiri oleh Andy (vokal), Jikun (gitar), Maggi (drum), Ovy (gitar) dan Teddy (bass). Untuk diketahui saja, selama 25 tahun berkarir /rif telah memproduksi tujuh album ditambah satu album berisi lagu terbaik.

    Album yang telah mereka hasilkan adalah Radja (1997), Salami (1998), Nikmati Aja (2000),..Dan Dunia pun Tersenyum (2002), The Best Of (2002), Pil Malu (2006), 7 (2010) dan 18 Years of Rock (2013). Selain merilis banyak album serta 20 single, tidak berlebihan jika mereka kemudian dilabeli "Legenda Rock Indonesia".

    SIdang kali ini dipimpin oleh hakil asal Republik Gaban, Man Jasad. Sedangkan /rid akan di adili oleh dua Jaksa Penintut, yaitu Budi Dalton dan Pidi Baiq. Sedang AMdy dan kawan-kawan dibela oleh Yoga (PHB) dan Rully Cikapundung. 

    Kehadiran /rif disambut antusias oleh kawula muda serta para penikmat musik /rif di Bandung. Pada acara yang digelar pada malam hari itu penuh dihadiri penonton yang ingin tahu lebih jauh terkait rencana /rif menyusun rencana untuk menggelar tur dengan konsep konser intim di kawasan Jawa Barat melibatkan kolaborasi dengan beberapa band dan penyanyi sebagai bagian dari menyapa penggemar yang selama 25 tahun tetap mendukungnya.

    /rif menceritakan jatuh bangun nya saat berjibaku di dunia musik. Tak jarang /rif juga merasakan kala penonton tak menikmati musiknya lalu pergi. Jikun mengatakan /rif sempat ditolak oleh beberapa produser saat hendak melamar untuk masuk ke studio rekaman.

    "Iya kita sempet ditolak beberapa kali, di Jakarta juga banyak yang tidak suka dengan lagu kita. Pernah juga waktu /rif mau masuk rekaman, ditolak sebelum main," kata Jikun.

    Pada 2008, /rif merilis album berjudul Salami. Jikun menyampaikan di dalam persidangan bahwa album tersebut hanya ingin memberikan salam kepada dunia agar seluruhnya kembali bersatu.

    "Jadi lagu kami itu memberikan salam kepada dunia untuk merekatkan kembali, jadi Salami," ucap Jikun lagi.
    Produser DCDC Pengadilan Musik, Addy Gembel menuturkan persidangan ini dalam rangka memberikan apresiasi kepada /rif, yang sudah menghiasi belantika musik rock di Indonesia. Ia menambahkan /rif patut di apresiasi karena sepak terjang dan prestasinya sudah tidak perlu diragukan lagi di tanah air.

    "Ini adalah edisi 40 dan yang menjadi terdaksw /rif. Kenapa karena mereka baru merilis single. Ini sebagai perayaan ulang tahun yang ke 25. Maka dari itu kami pikir segala prestasi dan sepak terjang mereka di musik Indonesia wajib diketahui. Sekaligus memperkenalkan single terbaru," ujar Addy Gembel. 
    Tak hanya itu, persidangan ini tak hanya dihadiri kawula muda saja, melainkan banyak pula pecinta musik /rof. Addy menambahkan acara ini menjadi obat rindu bagi pecinta /rif, maka penonton begitu membludak.

    "Ya, karena band ini lahir di era 90 dan sempat vakum lama. Tapi ad fans yang fanatik, maka dari itu kesempatan ini tidak di sia-siakan oleh mereka," tambahnya.

    Senada dengan Addy, perwakilan dari DCDC, Agus Danny Hartono mengatakan DCDC sangat menghargai jasa dari band /rif. Apalagi band yang lahir di Bandung ini sudah meneteskan tinta emas di belantika musik Indonesia.
     
    "Saya anggap band ini sebagai pahlawan. Alangkah baiknya juga kita beri apresiasi kepada mereka. Sepertinya kita tidak menutup kemungkinan untuk mengundang band asal kota Bandung saja, sangat terbuka lebar, apalagi band-band legend tersebut punya karya baru," ujar Danny, sumringah. (Bobotoh.id/FY - FT : FY)

    Ayo Dibeli