Teranyar

    Robert Tahu Siapa Pemain Yang Bugar Dan Segar !

    28 September 2021 11:04
    Beda dengan pemain sekarang yang performanya naik turun kalau ada tekanan. Baik dari pelatih maupun bobotoh
    Memasuki pekan ke-5 Liga 1 2021 perebutan 5 besar penghuni papan atas terus saling temprang dan sikut untuk mengamankan posisi teratas. Dan, seperti biasa Tim Mutiara Hitam, Persipura kembali selalu on fire setelah memasuki pekan ke 5 mulai bermain lepas.

    Persija mulai mendulang poin dengan berhasil menggebuk PSIS Semarang dengan skor 2-1 dan mulai merangsek papan tengah. Sementara pasukan PSM Makasar harus digebuk Barito Putera dan Bali United menjadi pemuncak laga.

    Dalam program Ruang Ganti Liga 1 bareng SuperTalks di Bobotoh.TV - youtube episode 2 yang membahas soal berlangsungnya Liga 1 dalam kondisi tanpa penonton ini, mengudang mantan striker ngeyel, keras dan membogaan temperamen keras, Boy Jati Asmara.

    Boy memulai karir mengbalnya di klub UNI Bandung, dan memulai kiprah profesionalnya saat bemain di liga pertamanya di Persikabo, Bogor.

    Ada momen yang tak bisa dilupakan dan merasa sakit hati yakni saat mau bermain tapi dirinya tidak duduk di bench lapangan, tapi langsung duduk di tribun penonton. Heheee aya-aya wae....

    Lima kali berkostum timnas dan lahir dari generasi striker-striker lokal yang bagus seperti, Zaenal Arief, Bambang Pamungkas, Budi 'Piton' ini memang sedikit terganjal untuk striker handal.

    Boy menceritakan soal perbedaan pemain lama dan sekarang. Dulu pemain saat istirahat, porsi latihan bertambah. Soal tekanan senior dan bobotoh terhadap dirinya benar-benar sangat merasuk.

    "Beda dengan pemain sekarang yang performanya naik turun kalau ada tekanan. Baik dari pelatih maupun bobotoh," tutur Boy.

    Soal ini kata Boy bisa terto'ong dari 4 laga Supardi dan kolega yang bermain kurang all out, banyak operan bola yang ngawur dan tidak ada serangan tik tak yang dibangun dari tengah. Mereka sepertinya kurang greget.

    Ceuk Boy, masa persiapan Maung Bandung yang kurang optimal. Jadi pas liga berjalan Robert masih harus memilih pemainnya. Namun, alasan ini disentil host Ruang Ganti, kalau itu bukan menjadi alasan. Karena semua klub mengalaminya.

    "Memang rotasi adalah salah satu yang harus dilakukan Robert, karena dia yang paling tahu soal individu pemain. Intinya pemain harus bugar dan segar," jelas Boy.

    Ada faktor lain yang membuat Robert tidak bisa merotasi, mungkin dia punya keyakinan kalau gelandang nya Rashid dan Klok masih mumpuni. Yang jelas stok pemain depan, yang selalu menurunkan Wander Luiz itu menjadi pondasi klub yang tidak bisa diganti.

    Memang ada beberapa pemain yang harus menghuni starting eleven dan menjadi pondasi, ada sekitar 5 - 7 pemain. Robert kudu sadar harus segera evaluasi karena sudah lebih dari waktu yang diberikan.

    "Robert harus tahu kalau melatih Maung Bandung memang tidak boleh disamakan dengan melatih klub lain. Tapi Robert juga sudah pegang kartu dan 'timing' kapan mereka harus stop atau lanjut," terang Boy lagi.

    Soal menjadi klub dengan jumlah akumulasi kartu terbanyak, Boy meno'ong nya sudah biasa terjadi untuk klub sebesar Maung Bandung. Karena selalu ada tekanan dari pemain kalau gabung dengan klub yang memiliki tradisi luar biasa ini tampil 'all out'.

    Soal lawannya di pekan ke-5 versus Tira Persikabo, striker yang juga membogaan temperamen rada keras dan galak ini bilang kalau Tira Persikabo memang selalu menjadi klub yang menyulitkan.

    "Pertandingan yang sulit bagi maung Bandung, ini terto'ong dari report Ciro Alves dan kolega yang selalu tampil 'all out'. Apalagi lawannya Maung Bandung, sampai ada pemain yang cedera pun ingin segera sembuh untuk bisa berlaga," jelasnya lagi.

    Untuk laganya sendiri, Boy berkeyakinan kayaknya pelatih berkebangsaan Belanda ini akan tetap mempertahan starting eleven yang selama ini selalu dia mainkan.

    "Saya hanya berharap, semoga saja Castillion bisa diturunkan dan Wander Luiz bisa mengambil posisi second striker," ujar Boy.

    Yang penting Wander Luiz harus tampil jos, untuk segera memperbaiki kinerjanya karena suplay dari pemain sayap dan gelandang sudah dianggap berhasil.

    Ceuk Boy, soal duet Klok dan Rashid ada kemungkininan mereka tetap menjadi andalan Robert. Dan, duet ini sudah menjadi duet yang tidak bisa dipisahkan. Meski kebugaran akan tetap menghantui mereka.

    Begitupun komposisi pemain belakang, Robert tetap akan mempertahankan Nick Kuipers dan Victor Igbonefo. Meski benteng mereka memang suka kebobolan, tapi duet ini menjadi benteng yang cukup padu dan tak ada gantinya.

    Intinya dengan 4 laga ini, kita tidak bisa menghakimi kinerja para pemain. Masih dini untuk mengomongkan soal kontribusi mereka. Memang ada beban psikis pemain dengan hasil ini. Dan, Boy memprediksi hasil akhir sang striker akan mencetak gol dan Maung Bandung menggebuk Tira Persikabo dengan skor 2-1. (Bobotoh.id/HR - FT : DD)