Teranyar

    Roman Shirokov, Mantan Kapten Timnas Rusia Ini Juga Menajong

    26 December 2020 08:18
    Shirokov yang telah pensiun dari sepakbola diskors tempat kerjanya di salah satu stasiun televisi sebagai pandit sepakbola (foto: istimewa)
    Entah apa yang diteriakannya, wasit kembali menuju Shirokov dan langsung memberinya kartu merah. Secara spontan satu pukulan hook dengan tangan kanan mendarat di area mata kiri wasit.
    Aksi tak terpuji mantan kapten timnas Rusia, Roman Shirokov, dengan memukul wasit pada Agustus lalu berbuntut panjang. Dia sempat terancam hukuman penjara setelah kelakuannya tersebut.

    Namun dalam prosesnya, Shirokov hanya akan dijatuhi hukuman tahanan kota dan wajib lapor selama satu tahun 10 bulan. Pengacara wasit Nikita Danchenkov yang dipukul oleh Shirokov juga meminta kompensasi sebesar 150 ribu rubel atau setara Rp. 28 juta rupiah.

    Dalam sebuah pertandingan kompetisi amatir atau setara tarkam di Indonesia, Shirokov tertangkap kamera melakukan kekerasan terhadap wasit.



    Wasit yang diketahui bernama Nikita Danchenko awalnya tak memberi pelanggaran Shirokov yang jatuh di kotak penalti lawan.

    Entah apa yang diteriakannya, wasit kembali menuju Shirokov dan langsung memberinya kartu merah. Secara spontan satu pukulan hook dengan tangan kanan mendarat di area mata kiri wasit.

    Tak hanya itu, Shirokov yang lama bermain bersama Zenit Saint Petersburg juga sempat satu kali menendang wasit yang telah jatuh. Dengan sigap pemain yang ada di sekitar mencegah gelandang berusia 39 tahun tersebut melakukan hal lebih brutal.

    Dilansir Sportbible, saksi mengungkapkan ancaman kepada Shirokov sebelum satu tinju mendarat di wajah wasit. "Jika kamu mengeluarkan kartu merah, saya akan memberikan kamu," kata Shirokov sambil menunjukan gestur kepal tangan.

    Atas kejadian tersebut, Shirokov yang telah pensiun dari sepakbola diskors tempat kerjanya di salah satu stasiun televisi sebagai pandit sepakbola. (Bobotoh.id/HR-bolalob)
    Sing demi Bob, ieu rame : CEUK PSSI ALASAN MUNDUR GONG OH-KYUN BELUM DITERIMA