Teranyar

    Rumah Cinta Inklusi Kudu Benar-Benar Inklusif ! Merjoangkeun Kaum Disabilitas

    30 September 2020 14:25
    Saat ini baru tiga kategori disabilitas yang dapat dilayani di RCI, yakni autisme, down syndrome, dan cerebral palsy.

    Sebagey ketua RBM (Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat) kota Bandung, geliat léngkah Siti Muntamah memang begitu pohara, ingin merjoangkeun kaum disabilitas. Tentu geraknya tak ingin melupakan sejarah, dengan berupaya dan berusaha menggali jeung mengkaji perjuangan KI Hajar Dewantara dengan semboyan “ Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani’. 

    Dan, Rabu pagi, (30/9/20) di gedung Yayasan Kanker Indonesia, Jalan Cikutra nomor 276 Bandung, Siti Muntamah ditemani Walikota Bandung, Oded M. Danial menghadirkan Rumah Cinta Inklusi (RCI), sebagéy pusat terapi dan layanan pendampingan keluarga bagi difabel. Di RCI ieu, warga Kota Bandung bisa mengakses layanan tersebut sacara gratis.

    "Saat ini baru tiga kategori disabilitas yang dapat dilayani di RCI, yakni autisme, down syndrome, dan cerebral palsy. Kami akan membuka RCI tiga hari dalam satu pekan, setiap pagi dan sore. Setiap terapi mungkin ada 5 sampai 8 orang," ujar ibu dari 7 putri penghafal Qur'an ini.

    Selain terapi, juga anggota keluarga nu sehari-harinya merawat keluarga dengan kondisi tersebut, bisa membogaan pendampingan keur melakukan terapi mandiri. Sehingga, mereka dapat melakukan terapi rumah masing-masing dengan baik dan sesuai prosedur.

    Nantinya, mereka akan didampingi oleh tim Rehabilitasi Medik dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS). Baik difabel maupun keluarganya akan dievaluasi secara bertahap untuk menentukan intensitas pendampingan yang dibutuhkan. Evaluasi nya, tergantung hasil assesment. Apakah kudu terapi dua pekan lagi atow sabulan lagi, itu tergantung kondisi pasen.

    "Yang jelas kami ingin mengajak keluarga untuk lebih ramah terhadap penyandang disabilitas yang ada di rumahnya. Sebelum Kota Bandung bisa menjadi kota ramah disabilitas, maka sejak dari keluarga harus memberikan keramahan tersebut terlebih dahulu," jelasnya yang nagertkeun hingga akhir tahun akan ada 100 keluarga nu mendapat terapi dan pendampingan. 

    Untuk mengakses layanan ini, pihak RCI telah menyediakan formulir daring berformat Google Form untuk diisi oleh kader RBM di tiap kecamatan dan kelurahan. Keluarga bisa berkonsultasi dengan kader RBM di wilayah masing-masing ataupun datang langsung ke sekretariat RCI.

    "Nanti warga kalau mau ke sini janjian dulu, karena ini mekanisme masih baru. Dari kecamatan juga sudah banyak dan kita mulai susun, karena saat pandemi tidak bisa banyak," ungkapnya.

    Semoga saja, gerak dan geliat léngkah Siti Muntamah yang hanya ingin kerja dan kerja saja, setidaknya bagi kaum disabilitas nantinya bisa merindukan rumah cinta inklusi yang benar-benar inklusif ! (Bobotoh.id/HR - FT : Aufa)


    Ayo Dibeli