Teranyar

    Sebesar Inikah Nama Persib dan Bobotohnya?

    26 September 2018 20:40
    Beberapa hari ini pasca kejadian pengeroyokan yang dilakukan beberapa orang Persib fans terhadap Persija fans yang nekat datang ke GBLA saat Persib vs Persija beberapa hari lalu (23/09/2018). Media massa, para pakar (katanya), politikus sampai orang yang tak mengerti sepak bola pun serentak membicarakan sepak bola.

    Entah kenapa saaat Persib yang terlibat jagat media sosial ini selalu ramai-ramai 'menggoreng' berita. Sebegitu besar kah nama Persib dan suporternya?

    Ieu Rame Lur: 

    Melajo Persib vs Persija Yang Pertama dan Mungkin Terakhir!

    #Respect Nongkrong Bareng UHA Dihadiri Manajer Persib, Supardi, Juga Petinggi Bobotoh!

    Tak ada yang membenarkan perbuatan keji tersebut, semua mengutuk dan menyesalkan.

    Yang menjadi fokus di sini adalah reaksi yang cenderung menyudutkan dan mengambil keuntungan atau panjat sosial (pansos) dari kejadian hilangnya nyawa manusia. Seolah olah perlakuan oknum Persib fans ini menggambarkan keseluruhan perilaku Bobotoh.

    Ieu Rame Lur: 

    Gomez Menyarioskeun Sanksi Akibat Insiden GBLA

    Sanksi Mengjungjurigan, Persib Fokus Hadapi Madura Utd.

    Dan sampai detik ini framing yang dilakukan berhasil membuat nama Bobotoh menjadi “kotor” bahkan olahraga sepak bola pun ikuta-ikutan kotor.

    Membekukan sepak bola agar tidak ada lagi korban jiwa akibat suporter bukanlah satu-satunya solusi untuk menghilangkan kekerasan dalam sepak bola, cukup aneh malah! Ada pepatah yang mengatakan “kalau kamu terluka karena kuku yang panjang, guntinglah kukunya bukan jarinya”.

    Berbicara kerusahan suporter sepak bola bukanlah pertama kali, tak perlu mundur jauh ke belakang berbicara bagaimana biadabnya orang yang menghabisi almarhum Rangga. Mari buka sedikit lembaran kemarin ketika suporter Persita tewas saat dikeroyok.

    Ketika beberapa orang saat pertandingan Persija vs Persib di Solo dilempar dari atas tribun sampai dikencingi setelah dianiay. Juga saat derby DIY beberapa waktu lalu yang menewaskan 1 orang suporter, jagat media sosial seakan-akan tutup mata sunyi sepi.

    Sebegitu besarkah nama Persib dan Bobotohnya?

    Sekali lagi tidak ada yang membenarkan perilaku menghilangkan nyawa manusia apapun alasannya. Poinnya sekarang bukan bagaimana kita menjudge dan men“general” salah satu kubu suporter, karena hampir setiap suporter punya catatan yang sama.

    Seyogyanya kita bisa menahan diri dan instropeksi diri agar solusi yang kita cari atas masalah ini benar-benar bisa dicari dan diaplikasikan. Sehingga dapat meminimalisir kekerasan yang seringkali terjadi pada suporter.

    Turut berduka cita! Selamat jalan Haringga Sirila semoga kau lah pemersatu sebenarnya antara Bobotoh dan The Jakmania! (Bobotoh.ID/RCK. Foto: AH)

    Ditulis oleh Febry Rostiawan, Bobotoh Kampus Yang Kuliah Di Yogyakarta

    Redaksi mengundang Bobotoh untuk menulis. Kirimkan tulisan sepanjang 1-2 halaman Microsoft Word atau 250-500 kata ke email idbobotoh.redaksi@gmail.com.

    Redaksi berhak melakukan penyuntingan atas setiap tulisan yang ditayangkan dengan tidak mengurangi atau mengubah esensinya.Tulisan tidak harus sependapat dengan kebijakan redaksi sepanjang tidak menyinggung unsur SARA dan bernada hasutan/provokasi.

    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli