Teranyar

    Segera Berperan Aktif Jadi Vaksinator Handal

    29 July 2021 16:57
    BKKBN mellibatkan juga ibu-ibu Bidan, yang memang sudah bermitra sangat erat dan sudah mempunyai pengalaman di Fasilitas kesehatan
    “Tenaga dan logistik adalah dua hal yang harus kita perhatikan untuk memperlancar proses vaksinasi” 
    - Oos Fatimah Rosyati, M.Kes, Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI.


    Satu tahun lebih setelah pandemi Covid-19 yang menyieun riweuh, pemerintah terus berupaya melaksanakan program vaksinasi sebagai salah satu upaya penurunan laju kasus ini.

    Respons khalayak cenderung positif dan antusias. Namun, harus diakui kalau jumlah dan sebaran vaksinator juga jadi kunci kecepatan vaksinasi.

    Kemenkes via Badan PPSDM Kesehatan, Puslat SDM Kesehatan serta UPT Balai Pelatihan, terus berupaya meningkatkan kompetensi bidan terkait dalam hal vaksinator, serta sertifikasi bagi para Bidan Praktik Mandiri untuk dapat melakukan vaksinasi.

    87.182 vaksinator covid telah dilatih di tingkat Puskesmas, Rumah Sakit dan Klinik Fasyankes. Namun, Kemenkes masih merasa perlu memperluas dan menambah tenaga keur memenuhi kebutuhan ini.

    Dan, BKKBN bareng Kementerian Kesehatan melalui Badan PPSDM Kesehatan, Puslat SDM Kesehatan serta UPT Balai Pelatihan, berupaya meningkatkan kompetensi bidan terkait dalam hal vaksinator serta sertifikasi bagi para Bidan Praktik Mandiri untuk dapat melakukan vaksinasi.

    Gongnya telah dipukul pada 27 Juli sampai dengan 4 Agustus 2021 nanti. Menyieun Workshop Vaksinator Covid19 Bagi Bidan Praktek Mandiri secara virtual. Dengan peserta 50.000 Bidan yang dilaksanakan bersama 15 institusi secara simultan.

    Tentu saja, ada harapan agar mereka dapat segera berperan aktif jadi vaksinator handal. Karena secara jelas, mereka membantu percepatan pelaksanaan pemberian vaksinasi.

    "Setelah mengikuti pelatihan, maka peserta yang terdiri dari para bidan mandiri ini akan mendapatkan keterampilan dan mampu melakukan pelayanan vaksinasi Covid19 sesuai dengan protokol,” ujar Oos Fatimah Rosyati, M.Kes, Kepala Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Badan PPSDM Kesehatan Kemenkes RI.

    Ceuk Oos Fatimah, mereka jumlahnya besar dan tersebar di desa-desa. Serta kedekatannya dengan masyarakat dan sudah mempunyai pengalaman di fasilitas kesehatan.

    Kepala BKKBN, Dr. (H.C). dr. Hasto Wardoyo, Sp. OG (K) bilang kalau BKKBN mellibatkan juga ibu-ibu Bidan, yang memang sudah bermitra sangat erat dan sudah mempunyai pengalaman di Fasilitas kesehatan lainnya untuk menjadi vaksinator vaksin Covid19 berbasis keluarga

    "Vaksin berbasis keluarga ini diharapkan dapat memutus penyebaran covid19 kluster keluarga. Dengan vaksin ini, lebih mudah untuk mengetahui siapa yang sudah di vaksin atow yang belum. Sehingga diharapkan Herd Immunity atow daya tahan atow imunitas diharapkan akan muncul dan virus akan reda dengan sendirinya," jelas dokter Hasto, saat pembukaan workshop, 27/7/21 kemaren.

    BKKBN akan segera melakukan percepatan capaian nasional vaksinasi melalui pendekatan keluarga. Kerjanya sesuai arahan Presiden, yakni mempercepat pelaksanaan vaksinasi ini dalam keluarga, terdiri anak-anak, ibu hamil dan ibu menyusui di seluruh wilayah.

    Selain itu secara pencatatan administrasi pun vaksin keluarga diharapkan dapat tercatat dengan baik. Sehingga di tingkat desa atau kelurahan dapat mengetahui berapa KK yang sudah divaksin atau yang belum.

    Kabar baiknya, BKKBN melalui Kementerian Kesehatan akan diberikan kewenangan alokasi vaksin dan kemudian akan di alokasikan vaksin untuk keluarga.

    Jadi, yuuk... dukung kejut atow gerak 50.000 bidan keur melakukan pelayanan vaksinasi Covid19 sesuai dengan prokes. Sehingga, Herd Immunity ditingkat keluarga bisa segera terbentuk. (Bobotoh.id/HR-Biro Umum dan Humas BKKBN)