Teranyar

    Segreget Apa Peduli Abah Landoeng Terhadap Bencana?

    1 November 2018 09:59
    Meski bencana gempa bumi di Lombok terjadi sudah cukup lama, lalu disusul gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah tak urung masih jadi bincangan. Apa lagi bencana di Palu terbilang “baru” dengan terjadinya tanah menggeleser sampai ratusan meter. Penanggulangan pasca bencana belum usai.

    Di saat pasca bencana seperti itu, selain bantuan logistik, lokasi pengungsian, kesehatan dan lain-lain, bahkan sampai rencana relokasi, masih diperlukan bantuan untuk pemulihan akibat syok dan ketidakseimbangan psikologis bagi para penyintas.

    Ieu Rame Lur :

    Terlambat Mengiluan Latihan, Aqil Ungkap Alasannya!

    Masih Mengudag Gelar Juara, Gomez Sebut Klub Pesaing! 


    “Mereka yang selamat dari bencana itu juga masih menyimpan trauma, bahkan bisa mendalam,” kata Abah Landoeng (93 tahun) yang punya pengalaman membantu trauma healing di peristiwa tsunami Banda Aceh tahun 2004 dan di beberapa lokasi bencana lainnya. “Setidaknya mereka mengalami ketidakseimbangan psikologis, perlu penanganan yang cukup memerlukan waktu,” lanjutnya.

    " “Mereka yang selamat dari bencana itu juga masih menyimpan trauma, bahkan bisa mendalam. Setidaknya mereka mengalami ketidakseimbangan psikologis, perlu penanganan yang cukup memerlukan waktu,""
    - Abah Landoeng


    Selagi penangan pasca bencana tsunami di Aceh misalnya, Abah Landoeng kot ka bersepeda dari Bandung menuju Banda Aceh. Berbukan-bulan di sana bersama para korban terdampak bencana. Seperti ketika dia naik haji, Abah Landoeng juga bersepeda dari kampung ke kampung di Aceh melakukan trauma healing. Tidak hanya untuk para korban bencana, para anggota tentara baik dari TNI, Polri bahkan tidak sedikit tentara Amerika Serikat dan Australia yang jadi relawan di sana pun membutuhkan terapi dari Abah Landoeng.

    Ieu Rame Lur :

    Tidak Dipanggil Timnas, Ini 'Curhatan' Andik!

    Hingga Malam Ini Sudah Diterima 56 Kantung Jenazah 


    “Sekarang juga abah sudah siap ke Palu,” katanya, teges sambil memperlihatkan sepedanya ketika dijumpai BID di tempat baktinya, kantor Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) di Jl. LL. R. Martadinata Bandung.

    Namun, sekarang mah ada yang agak menghambat niat Abah Landoeng. Boleh jadi lantaran Abah Landoeng baru saja melangsungkan pernikahannya dengan Sani Suningsih (49) 23 September lalu. Kalau ada yang kasih ongkos untuk berangkat ke Palu bersama istri kumaha, Bah? Bah Landoeng cuma tersenyum, tapi unggeuk. Mau sambil hanimun rupanya.... (Bobotoh.id/ARN)



    Loading...


    Cik, Naon Komentarna?





    Ayo Dibeli